Berita di masa pandemi Covid-19 mengakibatkan hampir semua sistem berubah, mulai dari pekerjaan, transportasi, peribadahan, hingga pendidikan. Semua kegiatan untuk sementara waktu diberhentikan. Namun, sebagian masyarakat tetap bisa menjalankan beberapa kegiatan #dirumahsaja karena adanya jaringan internet yang mendukung. Salah satunya adalah berlangsungnya sistem pembelajaran di Indonesia yang dialihkan menjadi daring.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Fajar Junaedi yang kerap disapa Mas Jun memberikan goals mata kuliah Reportase dengan tugas pribadi yang mengharuskan mahasiswa tetap memproduksi berita reportase walaupun #dirumahsaja tetapi tetap memerhatikan protokol kesehatan. Tugas ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill maupun soft skill yang ada pada diri setiap mahasiswa.

“Karena temanya tentang reportase pandemi Covid-19, maka selain hard skill di bidang reportase, mahasiswa diharapkan punya soft skill berupa kepedulian terhadap sesama. Hal ini yang penting saat ini,” ungkapnya saat diwawancarai secara daring melalui WhatsApp.

Mas Jun juga menuturkan meski kuliah diadakan secara daring, akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bagi mahasiswa untuk aktif dalam berkarya dan belajar. Perkuliahan daring semacam ini di anggap dapar meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tantangan yang akan datang, sebab kondisi di dunia kerja nantinya akan beragam. Terutama ketika mereka terjun di dunia industri media yang menuntut mereka untuk siap bertugas dalam kondisi apapun.

Meski dalam perkuliahan ini terdapat keterbatasan untuk bertatap muka, Mas Jun merasa senang dan bangga terhadap semangat para mahasiswanya. “Saya senang dengan partisipasi mahasiswa yang luar biasa. Di tengah keterbatasan karena pandemik, mereka tetap aktif berkarya”, ungkapnya.

Selain itu,  Kholif Huda Arrasyid, salah satu mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini menjelaskan bahwa capaian dari pembelajaran mata kuliah ini tidak sebanyak dan sekompleks dengan apa yang dibayangkannya. Namun, untuk hal-hal seperti materi kuliah dinilai sudah cukup membantu, karena semua materi sudah tersedia di Schoology. Meski begitu kurangnya interaksi secara offline tetap dirasa menjadi sebuah keterbatasan dalam menyerap ilmu di perkuliahan ini.

Meski terdapat kendala selama perkuliahan daring berlangsung, namun juga memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing mahasiswa. Adapun kendala yang dihadapi seperti pola komunikasi yang mengharuskan mahasiswa berhubungan jarak jauh baik dengan narasumber ataupun dosen dan asdos, pada proses pasca produksi ketika melakukan editing video, dan adanya keterbatasan alat karena tidak bisa memanfaatkan peralatan dari kampus.

Meski begitu, perkuliahan ini juga memberikan kesan kepada mahasiswa, seperti adanya tantangan bagi mereka ketika menghadapi pola komunikasi yang berubah akibat pandemik. Tantangan ini pada akhirnya dapat memberikan pembelajaran para mahasiswa untuk memiliki kesadaran secara pribadi dalam membentuk soft skill dirinya sendiri dan tidak bergantung pada teman sekelompok. “Pada akhirnya semua orang mau tidak mau harus membentuk soft skill-nya sendiri dan tidak banyak bergantung pada orang lain, sehingga akan jadi nilai plus bagi tiap individu kedepannya”, ungkap Kholif. (Arisa/Rara)