Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Kompetisi Video Pendek bertema “Kampus Berdampak”. Lomba ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan refleksi mereka melalui media visual.
Kompetisi ini diikuti secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melalui kolaborasi antara dua Unit Kegiatan Mahasiswa: Kine Club dan Radik FM. Informasi terkait lomba didapat dari Grup KAMA FKI, yang dibagikan oleh Bapak Ahmada Auliya Rahman, S.I.Kom., M.Pd., dan langsung disambut antusias oleh para anggota.
Motivasi tim cukup sederhana, ingin menambah pengalaman dalam produksi film sekaligus merasakan suasana kompetisi yang menantang. Tim terbentuk cukup cepat karena mayoritas anggota sudah aktif di UKM, namun tetap ada tantangan dalam mencari personel yang dapat terlibat penuh di tengah padatnya kegiatan akademik.
Dalam produksi ini, Kine Club berperan sebagai tim produksi, sementara talent diisi oleh teman-teman dari Radik FM. Tidak ada proses seleksi yang rumit, semuanya berjalan berdasarkan kesepakatan dan semangat kolaborasi. Judul video yang diangkat adalah “Style of Thinking, Style of Speaking” yang mengangkat tema besar “Kampus Berdampak”. Ide awal muncul dari keinginan untuk menampilkan bahwa setiap mahasiswa punya jalan dan tujuan masing-masing dan lingkungan kampus bisa menjadi tempat yang memberi pengaruh unik pada tiap individu.
Konsep ini dikembangkan menjadi narasi visual yang menggambarkan beragam perspektif dan cara berpikir. Proses produksi dilakukan dalam waktu yang sangat singkat hanya enam hari sejak ide pertama digulirkan hingga tahap akhir editing. Produksi dilakukan di sela-sela jadwal kuliah dan bahkan bertepatan dengan Ujian Tengah Semester, membuat semuanya terasa seperti dikejar waktu. Namun, dari keterbatasan itulah semangat dan kekompakan tim tumbuh.
Video ini diunggah melalui Instagram, dan strategi promosi dilakukan dengan reposting secara masif agar menjangkau lebih banyak audiens. Usaha itu pun membuahkan hasil karya ini berhasil meraih kategori “Video Favorit”, sebuah penghargaan yang menjadi kejutan menyenangkan bagi seluruh tim.
“Waktu diumumkan menang, rasanya campur aduk antara bangga dan nggak nyangka. Kita bikin ini dalam waktu yang benar-benar mepet, tapi ternyata bisa sampai sejauh itu. Semoga ini jadi pintu pertama buat teman-teman di Kine untuk lebih percaya diri dan berani ikut kompetisi berikutnya” ujar Putra, Ketua Umum Kine Club. Video ini bukan sekadar hasil karya, tetapi juga bentuk pernyataan bahwa setiap mahasiswa punya kisah dan caranya sendiri untuk memberi dampak dan semua itu layak untuk disuarakan.
(Radik FM)

