Kurikulum Baru, Semangat Baru
Prodi Ilmu Komunikasi UMS telah meninjau dan memutakhirkan kurikulum 2015 menjadi kurikulum 2021. Kurikulum 2021 diterapkan pada Semester Gasal 2020/2021 sehingga melandasi kegiatan sosialisasi kurikulum 2021 untuk mahasiswa aktif Prodi Ilmu Komunikasi pada 2 Agustus 2021 melalui zoom meeting dan live yotube Prodi Ilmu Komunikasi.
Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 400 mahasiswa ini diselenggarakan bekerja sama dengan HIMAKOM UMS. Dalam kegiatan ini Kaprodi Ilmu Komunikasi, Dr. Dian Purworini, menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mengetahui dengan jelas bagaimana perubahan kurikulum demi kelancaran studinya. “Perubahan ini kami lakukan berdasarkan hasil pelacakan alumni, masukan dari berbagai stakeholder seperti mahasiswa, praktisi, pengguna alumni, dosen. Selain itu kami mengikuti perkembangan keilmuan, peraturan dari Kemendikbud serta menyesuaikan dengan visi dan misi universitas, fakultas serta program studi,” ujarnya.
“Dengan kurikulum baru ini, kami berharap mahasiswa akan mendapatkan ilmu yang maksimal melalui dua konsentrasi utama yaitu public relation serta kajian media dan broadcasting,” kata Dr. Dian Purworini. Kedua konsentrasi tersebut dapat dipilih mahasiswa sesuai dengan minatnya masing-masing.
Kurikulum 2021 juga mengakomodir Program Kampus Merdeka-Merdeka belajar yang merupakan program dari Kemendikbud. “Ada beberapa mata kuliah yang tengah disiapkan untuk program tersebut, misalnya program magang dan pertukaran mahasiswa,” tambah Dr. Dian Purworini.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa melakukan diskusi dalam sesi tanya jawab. “Menurut saya, dengan kurikulum baru ini kami seabagi mahasiswa pasti membutuhkan penyesuaian tapi kami bersemangat sebab ada konsentrasi dan mata kuliah baru yang menarik,” kata salah satu mahasiswa, Edo Hutomo. (vna)
Desa binaan adalah salah satu komponen penting bagi pengembangan reputasi dan kualitas hilirasasi penelitian dan pengabdian sebuah prodi. Berangkat dari hal tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi UMS telah melakukan penandatanganan MoU dengan Camat Cepogo, Tubinu, S.Sos. Dari penandatanganan Kerjasama ini, prodi berkomitmen untuk menjadikan desa binaan sebagai laboratorium sosial ke depan melalui upaya dan kegiatan berkelanjutan.
“Harapan kami tentunya dengan hadirnya akademisi di desa kami, kualitas desa kami khususnya di Kembangkuning dapat meningkat,” ujar Camat Cepogo, Tubinu, S.sos. Inisiasi kerjasama di kecamatan Cepogo dimulai lewat upaya sinergis rintisan desa wisata di Desa kembangkuning, Cepogo, Boyolali. Selain itu diharapkan ke depan prodi akan menginisiasi bentuk kerjasama melalui kegiatan penelitian dan pengabdian di sejumlah desa di wilayah Cepogo. “Permasalahan di desa itu sangat kompleks, mulai masalah kependudukan, pola asuh anak, hingga literasi digital. Dengan hadirnya para dosen disini kami harapkan mampu mengurai permasalahan tersebut,” ujar Vitria, S.Sos salah seorang penyuluh KB dari BKKBN di Cepogo.
Kerjasama tersebut kemudian direspon prodi lewat tindaklanjut dengan mengadakan webinar mengundang Dr. Fajar Junaedi dari UMY dan Budi Hermanto, praktisi pemberdayaan sekaligus penggiat Dieng Culture Festival dengan tema Jazz Di Atas Awan, 2018 silam. Acara ini turut mengundang stakeholder internal prodi, yakni mahasiswa, dosen, dan perwakilan desa Kembangkuning. Dalam webinar ini dibahas upaya strategis yang dapat dilakukan prodi melalui kegiatan kemahasiswaan, penelitian, dan pengabdian.
Prodi Ilmu Komunikasi UMS kembali menggelar acara webinar dengan tema wirausaha di bidang fotografi. Acara tersebut digelar melalu platform zoom dengan mengundang alumni prodi, Aldila Saputra, S.I.Kom (2013) pada 22 Juni 2021. Pada kesempatan tersebut, Aldila yang akrab dengan panggilan Brew memperkenalkan bidang fotografi sebagai salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Dirinya bercerita seputar pengalaman berkecimpung di bidang fotografi hingga mampu mendirikan studio foto ASphotoable.
Menurutnya, fotografi adalah bidang kerja yang unik. “Selera konsumen itu selalu berubah, kalua kita tidak kreatif menangkap peluang, ya pasti akan kalah dengan pesaing kita,” ujarnya. Tambah Brew, saat ini pesaing di bidang fotografi memang sangat banyak, perang harga tidak bisa dihindari lagi tapi kreativitas dan rajin mencari referensi merupakan kunci dalam bisnis ini.
Lebih lanjut brew memberikan pesan kepada 27 peserta mahasiswa yang hadir tentang pentingnya mencoba sesuatu yang baru di bidang ini untuk tetap bertahan. “Perang harga memang sudah lazim sih sekarang, tapi apa iya kualitas kita akan dihargai murah?”. Fotografer yang sudah berkeliling Indonesia ini berpesan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS untuk lebih giat menambah pengalaman di bidang praktikum. “Prodi sudah memfasilitasi praktik di kuliah, tapi sebagai mahasiswa cobalah pengalaman baru di luar, banyak yang bisa di eksplorasi di sana,” tutupnya.