Gemilang! Mahasiswa Ilmu Komunikasi PR UMS Raih Prestasi di Lomba Project PR Comfeast 2025

Tiga tim mahasiswa semester 4 penjurusan Public Relations (PR) dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membuktikan kapasitas dan kreativitasnya di ajang Lomba Project PR Comfeast 2025. Lewat pendekatan kampanye strategis, riset mendalam, dan semangat kolaboratif, ketiga tim ini menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet Juara 1, 2, dan 3. Masing-masing tim mengangkat mitra UMKM yang berbeda, namun semuanya menyampaikan pesan besar bahwa PR adalah jembatan antara produk, masyarakat, dan masa depan.

 

Juara 1: Manifesto Communication Perkuat Brand Lokal Mulegh Parfum Lewat Strategi PR Terintegrasi

Tim Manifesto Communication dari kelas B Cyber PR menyabet Juara 1 berkat projek PR mereka untuk brand parfum lokal Mulegh. Anggota tim terdiri dari Fadhillah Chusnul Chotimah, Aditya Ihza Mahendra, Ashar Reza Firmansyah, Alya Luthfiyyah Ramadhani, Fersa Maulana Wahid, Ardianto Wahyu Saputra, dan Muthia Azizah.

Mereka memilih Mulegh karena melihat potensi besar dari brand ini yang belum dikenal luas. Strategi PR yang mereka susun diarahkan untuk membangun kesadaran merek di media sosial dan mendorong peningkatan penjualan. Dengan mengangkat tema parfum sebagai gaya hidup yang sedang naik daun, mereka menyusun strategi PR yang fokus pada peningkatan brand awareness dan engagement. “Parfum sekarang bukan cuma soal penampilan, tapi bagian dari identitas diri. Kami melihat banyak potensi strategi PR di dalamnya, dari branding, storytelling, kolaborasi dengan influencer, hingga kampanye digital kreatif,” ungkap tim.

Proses pembentukan tim dilakukan secara natural berdasarkan minat dan kemampuan masing- masing. “Kami punya anggota yang kuat di strategi, desain, dan materi, jadi pembagian tugas jadi efektif dan saling melengkapi,” jelas anggota tim.

Tantangan terbesar justru datang dari pemilihan palet warna untuk desain visual. Mereka ingin warna yang merepresentasikan karakter brand, tetap estetis, dan konsisten. Solusinya? Banyak diskusi, referensi, dan revisi hingga semua setuju. “Yang membuat proyek kami unggul adalah strategi yang jelas, realistis, dan dirancang dari riset yang relevan. Setiap anggota juga tahu peran dan tanggung jawabnya.”

Bagi tim Manifesto Communication, kemenangan ini adalah bukti bahwa kerja sama tim dan usaha keras selalu berbuah hasil. “Kami puas banget. Ini bukan hanya soal jadi juara, tapi soal pembelajaran dan pengalaman luar biasa yang kami dapat,” ujar mereka.

 

Juara 2: reRONce Team Angkat Sustainable Fashion Jadi Gaya Hidup

Tim reRONce dari kelas X Cyber PR berhasil meraih Juara 2 dengan mengangkat UMKM reRONce yang bergerak dalam produk fashion berbasis ecoprint. Anggota tim terdiri dari Jauzaa Nur Ummi Shaliha Latif, Reyhana Elsa Ramadhani, Rahma Anisa Kurniawati, Ghaziyah Tsabitah, dan Pambayun Radityani.

Projek PR mereka menyoroti isu sustainable fashion dengan mengusung strategi omnichannel. reRONce memproduksi berbagai item fashion seperti baju, rok, dress, belt, tas, brooch, scarf, hingga hijab, seluruhnya berbahan alami dan ramah lingkungan (ecoprint). Dalam kampanyenya, tim berupaya memperluas jangkauan pasar dan mengedukasi masyarakat bahwa fashion tidak harus merusak lingkungan.

Pemilihan mitra reRONce didasarkan pada nilai keberlanjutan dan eksklusivitas produknya. Selain memperhatikan gaya, setiap produk punya cerita dan makna yang kuat. Mereka berharap kampanye ini mampu mendorong kesadaran publik terhadap pentingnya sustainable lifestyle. “Kami ingin ikut menyuarakan gerakan hijau melalui fashion. Anak muda tetap bisa tampil modis sekaligus menjadi bagian dari solusi lingkungan. Konsep ini juga sesuai dengan tagline reRONce: ‘Sahabat reRONce, Sahabat Bumi’,” ujar mereka.

Dalam proses pengerjaan proyek, tim membagi tugas sesuai bagian materi (taktik, analisis, dll), namun tetap berkolaborasi lintas bagian dalam brainstorming, penyusunan konten, dan desain. Salah satu tantangan utama adalah manajemen waktu karena proyek ini beriringan dengan tugas-tugas kuliah lainnya. Kompleksitas riset juga menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah presentasi yang padat dan tepat waktu, serta penguasaan konsep PR yang kuat. Mereka juga terinspirasi oleh Bu Rona Rizkhy Bunga Chasana, S.I.Kom, M.A, dosen pengampu Cyber PR, yang selalu memberikan arahan dan masukan. Founder reRONce sendiri menjadi panutan mereka dalam melihat pentingnya peran pelaku UMKM dalam menjaga bumi.

“Kemenangan ini jadi bukti bahwa kami mampu dan semua proses tidak sia-sia. Ini bukan sekadar juara, tapi juga pengalaman belajar tentang kerja tim, ketekunan, dan makna komunikasi yang berdampak,” pungkas mereka.

 

Juara 3: Craftion Team Branding UMKM Ibtisaam Lewat Sentuhan PR

Craftion Team dari kelas D Cyber PR meraih Juara 3 berkat proyek branding untuk UMKM Ibtisaam. Tim ini terdiri dari Siti Nurul Hidayati, Chelseawanda Aninditya Izzalfa, Lutfi Desita Luriani, Salsabila Rosyidah, Muhammad Farhan, Rifat Akhtar Rajwa, dan Fu’ad Afifudin.

Ibtisaam merupakan UMKM berbasis kerajinan dari kawat bulu yang didirikan oleh seorang mahasiswa UMS pada Oktober 2024. Produk Ibtisaam masih jarang ditemukan di sekitar kampus dan brandingnya pun belum kuat. Craftion Team memilih mitra Ibtisaam karena melihat potensi unik dari produknya. Tidak hanya karena bahan dasarnya yang kreatif dan langka, tetapi juga karena semangat pendirinya sebagai mahasiswa yang memulai dari nol. Mereka ingin agar Ibtisaam bisa menjadi inspirasi dan pilihan utama dalam kategori produk hadiah personal.

Dalam projek ini, Craftion Team menerapkan strategi branding yang fokus pada peningkatan awareness di kalangan mahasiswa UMS, terutama untuk momen-momen seperti hadiah dan wisuda. “Kami melihat bahwa produk kawat bulu ini masih sangat jarang diperjualbelikan di sekitar kampus, dan branding yang ada masih minim. Maka, kami ingin menjadikannya lebih dikenal dan dipercaya masyarakat,” ujar tim.

Proses kerja tim dibagi menjadi dua kelompok: tiga orang bertanggung jawab atas pembuatan presentasi PowerPoint, sementara empat orang lainnya fokus menyusun booklet. “Kami membagi tugas secara adil dan efisien. Meskipun terbagi dua, komunikasi tetap lancar dan kami saling mendukung,” tambah mereka.

Menurut tim, keberhasilan ini tidak hanya karena strategi yang dijalankan, tetapi juga karena semangat tim yang solid dan keyakinan sejak awal. “Kami sudah merasa menang bahkan sebelum lomba dimulai. Kami percaya dengan konsep dan kekompakan kami,” ujar Craftion Team. Tak hanya itu, mereka juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengikuti lomba ini. “Kami belajar menjadi seorang PR yang mampu membawa citra positif sebuah merek dan membangun komunikasi yang efektif dengan publik.” Rencana mereka ke depan adalah membagi hadiah, mengikuti lomba PR di tingkat nasional, dan terus memperdalam wawasan di dunia kehumasan.

Bagi Craftion Team, kemenangan ini adalah bentuk validasi dari kerja keras dan keberanian untuk tampil berbeda. “Sejak sebelum lomba kami sudah merasa menang. Ini serius. Kami sangat percaya diri.”

(Radik FM)