Konferensi BEM FKI UMS 2026 Tekankan Demokrasi dan Transparansi dalam Pembentukan Kepengurusan Baru

SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Konferensi BEM FKI UMS 2026 diruang J Seminar 2 Gedung FKI, Senin (16/02). Kegiatan ini ditujukan untuk forum reorganisasi dan evaluasi kepengurusan guna memastikan proses pembentukan BEM periode selanjutnya tetap berjalan demokratis dan transparan.

Gubernur BEM FKI UMS, Adrian Naelul Murtadho menjelaskan bahwa konferensi ini dilaksanakan untuk menjaga nilai-nilai organisasi di tengah kondisi kelembagaan fakultas yang belum sepenuhnya ideal.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan proses pembentukan BEM periode baru yang tetap mengedepankan prinsip demokrasi dan transparansi, di tengah kondisi yang belum sepenuhnya ideal,” ujarnya.

Adrian menambahkan, proses tersebut penting agar kepengurusan yang terbentuk benar-benar memperoleh legitimasi dari mahasiswa.

“Selama menjadi pengurus, kami ingin mendapatkan persetujuan dan dukungan dari mahasiswa serta KAMA FKI, karena BEM lahir dari proses yang melibatkan mereka,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, konferensi juga menjadi ruang dialog terbuka antara calon gubernur dan wakil gubernur dengan mahasiswa. Forum ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat menyampaikan pandangan terkait reorganisasi BEM maupun isu-isu yang berkembang di tingkat fakultas. Partisipasi peserta dinilai cukup tinggi dan aktif dalam memberikan tanggapan. Selain menjadi forum musyawarah, konferensi turut mengevaluasi kinerja kepengurusan selama satu periode terakhir. Secara umum, pelaksanaan program dinilai berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama pada ranah kesekretariatan dan sebagian program kerja.

 

Hasil konferensi menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur BEM FKI melalui mekanisme musyawarah yang menjunjung prinsip demokrasi dan keterbukaan.
“Penetapan dilakukan secara musyawarah, demokratis, dan penuh transparansi,” jelas Adrian.

Menurutnya, konferensi ini memiliki makna penting bagi seluruh fungsionaris BEM karena kepengurusan terbentuk melalui proses yang adil, sekalipun calon terpilih secara aklamasi. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas organisasi pada periode mendatang. Ke depannya, ia berharap forum serupa dapat berkembang menjadi konferensi mahasiswa yang lebih ideal seiring membaiknya kondisi kelembagaan fakultas.

“Harapannya nanti bisa terselenggara konferensi mahasiswa yang sesungguhnya melalui kondisi fakultas yang lebih ideal,” katanya.

Sebagai penutup, Adrian selaku Gubernur BEM FKI 2026 mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama membangun iklim organisasi yang sehat dan terbuka terhadap kritik.
“Mari kita hidupkan iklim organisasi yang baik dan ideal. Untuk BEM sendiri, kami terbuka mahasiswa jangan berhenti memberikan kritik dan saran,” pesannya.

Radik FM