Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS Raih Predikat 2nd Best Presenter di JCC International Conference

SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Salwa Talitha Zahra berhasil meraih predikat 2nd Best Presenter dalam ajang bergengsi JCC International Conference melalui penelitiannya yang berfokus pada isu pengelolaan hubungan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Strategi Komunikasi dalam Praktik CSR

Penelitian Salwa menyoroti urgensi strategi komunikasi dalam membangun hubungan antara organisasi dan publik, khususnya pada program sosial berkelanjutan. Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi global, topik ini dinilai sangat relevan bagi praktik CSR modern.

Secara spesifik, Salwa mengkaji praktik CSR Bakti Sosial Djarum Foundation melalui program Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Kudus. “Saya menelaah bagaimana hubungan antara lembaga dan mitra binaan dibangun serta dikelola secara strategis,” jelas Salwa saat dikonfirmasi pada Jumat (17/4).

Dengan menggunakan pendekatan Relationship Management Theory, penelitian ini membedah aspek kepercayaan (trust), komitmen, serta komunikasi dua arah sebagai pilar keberhasilan hubungan organisasi-publik. Karya ilmiah yang dipresentasikan tersebut bertajuk “CSR Communication Relationship Management of Djarum Foundation’s Social Service in the LKSA Program for Orphanages in Kudus”, yang juga merupakan bagian dari tugas akhir skripsinya.

Dalam proses risetnya, Salwa melibatkan 36 informan dari tujuh LKSA binaan. Ia mengakui bahwa pengelolaan data yang masif menjadi tantangan tersendiri, terutama pada tahap transkrip dan reduksi data agar tetap terstruktur. Selain itu, ia dituntut untuk mampu menyederhanakan temuan kompleks menjadi materi presentasi yang komunikatif bagi audiens internasional.

Persiapan Matang dan Dukungan Akademik

Capaian ini tidak lepas dari persiapan yang intensif. Selain pendalaman materi secara mandiri, Salwa juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Proses bimbingan juga dilakukan secara berkelanjutan bersama dosen pembimbing, Riski Apriliani, S.I.Kom, M.A.

“Kunci keberhasilan terletak pada rasa percaya diri dan penggunaan bahasa yang komunikatif guna meningkatkan keterlibatan peserta serta moderator,” tambahnya.

Salwa mengaku terharu atas pencapaian ini, mengingat kompetisi tersebut diikuti oleh peserta berkualitas dari berbagai negara. Prestasi ini sekaligus mempertegas daya saing mahasiswa UMS di kancah internasional.

Menutup keterangannya, Salwa memberikan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk berani mengambil tantangan. “Jangan takut untuk mencoba, karena kesempatan tidak datang dua kali,” pungkasnya.

(UMS News)