UMS – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di lingkungan Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/9), disaksikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Rektor UMS Bambang Setiaji, serta civitas akademika UMS.
“Nama gedung induk Siti Walidah diambil dari nama isteri KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah sebagai penghargaan atas dedikasi dan jasa-jasa beliau,” jelas Rektor UMS Bambang Setiaji kepada Timlo.net seusai acara peresmian.
Gedung Siti Walidah, menurut Bambang, terdiri dari tujuh lantai dengan luas total 17.500 m2, mampu mewadahi kantor rektorat, Badan Pembina Harian (BPH) dan 19 unit pelayanan civitas akademika UMS. Selain itu, gedung ini memiliki fungsi, antara lain sebagai Kantor Rektorat dan market edge UMS karena posisinya yang mudah ditemukan dan indah dipandang.
Gedung ini memiliki fungsi sebagai kantor pengelolaan dan pelayanan terpadu dalam satu atap secara efektif dan efisien untuk memberikan one stop service layanan kepada mahasiswa. Gedung induk ini tersedia satu ruang kuliah dengan kapasitas 200 orang dan 11 ruang kuliah kapasitas 25 orang,” jelasnya.
Lebih lanjut Rektor UMS mengemukakan, bentuk gedung yang unik terinspirasi dari Logo Persyarikatan Muhammadiyah, memiliki makna Matahari bersinar yang merupakan titik pusat tata surya dan sumber kekuatan makhluk hidup. Berikut pancaran sinar matahari ke segala arah diwujudkan secara simbolik dalam 12 bintak pola lanskap gedung yang melambangkan hubungan kepada sesama manusia, simbol tekad dan semangat kerja keras bagi pencerahan dann kemaslahatan umat. Termasuk gedung yang membesar ke atas, merupakan simbol pengembangan untuk menaungi dan mengayomi umat.“Pembangunan gedung dikerjakan selama 19 bulan dengan biaya secara swakelola,”ungkapnya.
