Diksar FINIC resmi digelar oleh anggota baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FINIC angkatan 2024 di Opa B Resto & Space. Pameran tahunan tersebut mengangkat tema “Aeternity” sebuah kata yang bermakna kekekalan atau ketiadaan batas waktu. Tema ini menjadi benang merah bagi seluruh karya yang ditampilkan, memberi ruang eksplorasi visual yang lebih luas dan kontemplatif, menyoroti lanskap, arsitektur, cahaya, dan bayangan sebagai simbol keabadian dalam keindahan alam dan karya manusia. Dengan semangat yang sama, Diksar FINIC bukan hanya menjadi pameran karya, tetapi ruang kekal tempat semangat fotografi dan kebersamaan tumbuh bersama.

Ketua Panitia, Nabil Zhafif Al Rasyad menjelaskan bahwa Diksar FINIC bukan hanya tentang memamerkan foto, tetapi juga merupakan proses panjang untuk membentuk karakter dan semangat berkarya para anggota baru. “Diksar ini bukan cuma ajang belajar fotografi, tapi juga jadi tempat bertumbuh, mengenal teman-teman baru, dan menemukan makna di balik setiap karya. Capek iya, tapi puas,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan dan menumbuhkan semangat berkarya yang berkelanjutan.

Selama dua hari pengunjung menikmati rangkaian acara yang cukup padat, mulai dari pameran foto, karaoke, bedah foto, sarasehan, hingga awarding malam puncak. Seluruh karya yang dipamerkan telah melalui proses empat tahap kurasi satu, dua, tiga dan susulan. Kuratornya adalah alumni FINIC yang memastikan karya peserta memiliki kualitas visual dan kesesuaian dengan tema. Koordinasi panitia dilakukan secara intensif melalui grup WhatsApp untuk memantau progres tugas serta berbagai hal terkait pelaksanaan acara. Selain itu, panitia rutin menggelar rapat setiap sie dan rapat besar guna memastikan semua persiapan berjalan lancar. Persiapan yang dilakukan mencakup pemilihan dan penataan karya-karya yang akan dipamerkan, serta penataan ruang agar pameran dapat berlangsung dengan efisien dan menarik.

Harapannya, Diksar FINIC tidak hanya menjadi ajang belajar teknik fotografi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan semangat berkarya antar anggota baru 2024. Ketua panitia, Nabil Zhafif Al Rasyad berpesan agar para peserta tidak menganggap remeh pameran Diksar FINIC karena mulai dari acara ini semangat berkarya mulai dibentuk. “Jaga terus semangat memotretmu dan teruslah berkembang, karena komunitas ini akan tumbuh bersama dengan semangat kalian masing- masing, Terima kasih untuk semua momen yang tak tergantikan,” tambah Nabil Zhafif Al Rasyad.

(Radik FM)

Semarang – Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Agdanisa Revanya Fasha, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia sukses meraih Juara 1 Lomba Story Telling tingkat nasional pada Selasa, 6 Mei 2025.

Ajang tersebut merupakan bagian dari peringatan Semarak Hari Pendidikan Nasional, yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Dalam kompetisi ini, terdapat 10 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, hanya 5 peserta terpilih sebagai finalis, termasuk Agdanisa. Babak final digelar secara langsung di kampus UIN Walisongo Semarang, di mana para finalis menampilkan kemampuan mendongeng di hadapan dewan juri dan penonton.

Agdanisa mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraihnya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai momen kebangkitan setelah lama tidak tampil di ajang mendongeng.

“Aku seneng banget bisa menang lomba story telling ini sih, karena buatku lomba ini jatuhnya comeback setelah sekian lama aku tidak mendongeng. Ditambah, karena aku harus datang langsung ke Semarang untuk final yang bikin aku ngerasa ini worth hehe,” ujar Agdanisa.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi dalam keterampilan berbahasa dan seni bercerita di kancah nasional.

Prestasi yang diraih Agdanisa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani tampil, dan berprestasi dalam berbagai bidang yang diminati.

(Risqi Sonjaya)

Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Kompetisi Video Pendek bertema “Kampus Berdampak”. Lomba ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan refleksi mereka melalui media visual.

Kompetisi ini diikuti secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melalui kolaborasi antara dua Unit Kegiatan Mahasiswa: Kine Club dan Radik FM. Informasi terkait lomba didapat dari Grup KAMA FKI, yang dibagikan oleh Bapak Ahmada Auliya Rahman, S.I.Kom., M.Pd., dan langsung disambut antusias oleh para anggota.

Motivasi tim cukup sederhana, ingin menambah pengalaman dalam produksi film sekaligus merasakan suasana kompetisi yang menantang. Tim terbentuk cukup cepat karena mayoritas anggota sudah aktif di UKM, namun tetap ada tantangan dalam mencari personel yang dapat terlibat penuh di tengah padatnya kegiatan akademik.

Dalam produksi ini, Kine Club berperan sebagai tim produksi, sementara talent diisi oleh teman-teman dari Radik FM. Tidak ada proses seleksi yang rumit, semuanya berjalan berdasarkan kesepakatan dan semangat kolaborasi. Judul video yang diangkat adalah “Style of Thinking, Style of Speaking” yang mengangkat tema besar “Kampus Berdampak”. Ide awal muncul dari keinginan untuk menampilkan bahwa setiap mahasiswa punya jalan dan tujuan masing-masing dan lingkungan kampus bisa menjadi tempat yang memberi pengaruh unik pada tiap individu.

Konsep ini dikembangkan menjadi narasi visual yang menggambarkan beragam perspektif dan cara berpikir. Proses produksi dilakukan dalam waktu yang sangat singkat hanya enam hari sejak ide pertama digulirkan hingga tahap akhir editing. Produksi dilakukan di sela-sela jadwal kuliah dan bahkan bertepatan dengan Ujian Tengah Semester, membuat semuanya terasa seperti dikejar waktu. Namun, dari keterbatasan itulah semangat dan kekompakan tim tumbuh.

Video ini diunggah melalui Instagram, dan strategi promosi dilakukan dengan reposting secara masif agar menjangkau lebih banyak audiens. Usaha itu pun membuahkan hasil karya ini berhasil meraih kategori “Video Favorit”, sebuah penghargaan yang menjadi kejutan menyenangkan bagi seluruh tim.

“Waktu diumumkan menang, rasanya campur aduk antara bangga dan nggak nyangka. Kita bikin ini dalam waktu yang benar-benar mepet, tapi ternyata bisa sampai sejauh itu. Semoga ini jadi pintu pertama buat teman-teman di Kine untuk lebih percaya diri dan berani ikut kompetisi berikutnya” ujar Putra, Ketua Umum Kine Club. Video ini bukan sekadar hasil karya, tetapi juga bentuk pernyataan bahwa setiap mahasiswa punya kisah dan caranya sendiri untuk memberi dampak dan semua itu layak untuk disuarakan.

(Radik FM)

Surakarta – Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar sebuah mini event bertajuk “Sunday Morning with FKI” pada Minggu pagi, 20 April 2025. Event ini terselenggara di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di seberang Taman Sriwedari, Solo.

Acara ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Manajemen Event yang wajib diikuti oleh mahasiswa program studi ilmu komunikasi di FKI, baik kelas reguler maupun kelas internasional. Setiap kelompok mahasiswa mendapatkan tugas menyelenggarakan mini event dengan konsep dan lokasi yang berbeda-beda.

“Acara ini kami desain untuk mengenalkan FKI secara langsung ke masyarakat, terutama ke siswa SMA yang baru lulus dan sedang mencari kampus. Tapi nggak cuma itu, kami juga memperkenalkan program-program non-akademik yang dikembangkan FKI untuk menunjang potensi mahasiswa,” jelas Isdya, selaku panitia dari mini event tersebut.

Rangkaian acara yang disuguhkan cukup beragam dan interaktif, di antaranya talkshow, sesi tanya jawab (QnA), penampilan live acoustic, hingga sesi pembagian doorprize yang sempat mengundang antusiasme pejalan kaki di sekitar lokasi. “Banyak pejalan kaki yang ikut nimbrung, terutama saat QnA dan doorprize. Interaksinya jadi makin seru,” tambah Isdya.

Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan para dosen dari jajaran pimpinan fakultas dan prodi sebagai narasumber, antara lain Dekan FKI Bapak Nurgiyatna S.T. M.Sc. Ph.D.; Wakil Dekan III Bapak Ahmada Auliya Rahman, S.I.Kom., M.Pd.; dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Bapak Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom.

Meskipun acara berjalan lancar, tantangan tetap ada. Mobilisasi alat dan penyesuaian rundown menjadi hal yang paling krusial. “Barang yang kami bawa besar-besar, belum lagi harus fleksibel kalau ada narasumber yang belum datang. Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ujar Isdya.

Menariknya, seluruh elemen acara mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan dikelola penuh oleh mahasiswa. Hal ini menjadi pengalaman langsung yang sangat berarti dalam memahami dunia manajemen event secara praktis.

Di akhir sesi, Isdya menyampaikan harapannya, “Semoga Sunday Morning with FKI bisa memberi dampak positif, tidak hanya untuk promosi FKI, tapi juga sebagai wadah mahasiswa untuk tampil, berkarya, dan dikenali masyarakat.”

(Radik FM)