Jakarta – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) melaksanakan kunjungan edukatif ke dua institusi nasional, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Stasiun Televisi Kompas TV, Jakarta, pada Kamis–Sabtu, 17–19 Juli 2025.

Kegiatan bertajuk Kunjungan Besar ini merupakan program rutin HIMAKOM UMS sebagai upaya memperdalam wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam bidang Public Relations dan Broadcasting. Ketua panitia kegiatan, Rukhimat Rizki Arzamy, menjelaskan bahwa kunjungan ini dirancang agar mahasiswa dapat menyaksikan langsung praktik dunia kerja di kedua bidang tersebut.

“Kunjungan ini dapat menambah pemahaman tentang bagaimana dunia kerja berlangsung, khususnya di bidang PR dan Broadcasting. Kemenko PMK dan Kompas TV menjadi tujuan yang tepat untuk itu,” ujar Arzamy, Sabtu (19/7).

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Kemenko PMK. Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Biro Komunikasi dan Persidangan, Budi Prasetyo. Dalam sambutannya, Budi menyampaikan pemaparan mendalam mengenai strategi komunikasi dan branding dari tim Humas Kemenko PMK. Mahasiswa juga diajak mengunjungi sejumlah ruangan kerja di lingkungan Kementerian.

Usai kunjungan ke Kemenko PMK, rombongan melaksanakan salat Dzuhur berjamaah di Masjid Istiqlal sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, yaitu Kompas TV yang berlokasi di Bentara Budaya Jakarta. Di sana, mahasiswa disambut oleh Gammara Lenggo Geni selaku Eksekutif Produser Kompas TV.

Dalam sesi diskusi, Gammara menyampaikan materi tentang tahapan produksi program televisi, jenis program siaran, serta pentingnya ide kreatif dalam dunia penyiaran. Mahasiswa juga berkesempatan untuk meninjau langsung Studio 1 Kompas TV, ruang redaksi di lantai 6, dan pameran seni di Bentara Budaya Jakarta.

“Kegiatan ini memberi gambaran nyata bagaimana proses produksi berita hingga penayangan di televisi berlangsung. Ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin berkarier di dunia broadcasting,” tambah Arzamy.

Usai kegiatan di Kompas TV, rombongan melanjutkan kunjungan ke objek wisata Pantai Ancol. Di lokasi ini, mahasiswa menikmati suasana pantai, bersantai, dan makan malam bersama yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara. Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan ke pusat oleh-oleh di Cikampek, sebelum akhirnya rombongan tiba kembali di Solo pada Sabtu (20/7) pukul 03.00 WIB.

Melalui program ini, diharapkan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS tidak hanya memahami teori, namun juga mendapatkan wawasan praktis dan inspirasi dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di industri media dan komunikasi.

Surakarta, 26 Juni 2025 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang nasional Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), 22–24 Juni 2025.
Dalam kompetisi tingkat nasional yang diikuti puluhan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dari seluruh Indonesia ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS berhasil memborong berbagai gelar juara di sejumlah kategori bergengsi, mulai dari Content Creator, Reportase, Fotografi, hingga PR Campaign.
Capaian Prestasi Gemilang Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS
Berikut daftar lengkap prestasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS:
Reva Berliani – Content Creator ⇒ Juara 3 Best Video & Juara 3 Best Cinematography
Isdya Zahra Ravelina – Content Creator ⇒ Juara 3 Best Scriptwriting
Felissa Auriel Rahmalia Putri – Content Creator ⇒ Juara 1 Best Cinematography, Juara 2 Best Digital Content & Juara 2 Fashion Show
Wahyu Adi Cahyono – Reportase ⇒ Visual Terbaik – Juara 2
Rizal Affandi – Fotografi ⇒ Black and White – Juara 2
Agdanisa Revanya Fasha – Reportase ⇒ Narasi Terbaik – Juara 3
Putri Regita Ramadhani – Fotografi ⇒ Environmental Photography – Juara 2
Andrea Kellynski – PR Campaign ⇒ Juara 1
Sarah Zartika – PR Campaign ⇒ Juara 2
Roni Ari Fauzi – PR Campaign ⇒ Juara 3

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom, menyampaikan apresiasinya atas prestasi para mahasiswa tersebut. “Ini adalah bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan daya saing tinggi di tingkat nasional,” ujarnya.

Prestasi yang diraih para mahasiswa tidak datang secara instan. Di balik kemenangan tersebut, ada kerja keras, persiapan matang, dan semangat pantang menyerah.
Salah satunya, Felissa Auriel Rahmalia Putri, mahasiswa yang berhasil meraih Juara 1 Best Cinematography, mengaku harus melewati berbagai tantangan, mulai dari brainstorming konsep, produksi konten di tengah keterbatasan waktu, hingga penyempurnaan hasil karya.
“Prosesnya cukup menantang, tapi dukungan dari dosen pembimbing dan kerja sama tim membuat kami bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Felissa.
Hal serupa dirasakan oleh Andrea Kellynski, peraih Juara 1 PR Campaign, yang mengatakan kompetisi ini menjadi wadah belajar yang berharga. “Kami tidak hanya berkompetisi, tapi juga membangun relasi, belajar strategi komunikasi, dan mengasah kreativitas secara langsung,” tambahnya.

Ajang SILAT APIK PTMA 2025 merupakan pertemuan rutin yang diinisiasi oleh Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA) sebagai wadah aktualisasi, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi mahasiswa Ilmu Komunikasi se-Indonesia.
Tahun ini, kegiatan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada 22–24 Juni 2025, diikuti puluhan kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai daerah.
Selain lomba, acara ini juga diisi dengan seminar nasional, workshop, dan forum diskusi untuk mempererat jejaring antar mahasiswa dan dosen Ilmu Komunikasi PTMA.
Sidiq Setyawan berharap, capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS lainnya. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi sebagai ajang pembuktian kemampuan, sekaligus mengharumkan nama baik UMS di tingkat nasional,” tutupnya.

Tiga tim mahasiswa semester 4 penjurusan Public Relations (PR) dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membuktikan kapasitas dan kreativitasnya di ajang Lomba Project PR Comfeast 2025. Lewat pendekatan kampanye strategis, riset mendalam, dan semangat kolaboratif, ketiga tim ini menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet Juara 1, 2, dan 3. Masing-masing tim mengangkat mitra UMKM yang berbeda, namun semuanya menyampaikan pesan besar bahwa PR adalah jembatan antara produk, masyarakat, dan masa depan.

 

Juara 1: Manifesto Communication Perkuat Brand Lokal Mulegh Parfum Lewat Strategi PR Terintegrasi

Tim Manifesto Communication dari kelas B Cyber PR menyabet Juara 1 berkat projek PR mereka untuk brand parfum lokal Mulegh. Anggota tim terdiri dari Fadhillah Chusnul Chotimah, Aditya Ihza Mahendra, Ashar Reza Firmansyah, Alya Luthfiyyah Ramadhani, Fersa Maulana Wahid, Ardianto Wahyu Saputra, dan Muthia Azizah.

Mereka memilih Mulegh karena melihat potensi besar dari brand ini yang belum dikenal luas. Strategi PR yang mereka susun diarahkan untuk membangun kesadaran merek di media sosial dan mendorong peningkatan penjualan. Dengan mengangkat tema parfum sebagai gaya hidup yang sedang naik daun, mereka menyusun strategi PR yang fokus pada peningkatan brand awareness dan engagement. “Parfum sekarang bukan cuma soal penampilan, tapi bagian dari identitas diri. Kami melihat banyak potensi strategi PR di dalamnya, dari branding, storytelling, kolaborasi dengan influencer, hingga kampanye digital kreatif,” ungkap tim.

Proses pembentukan tim dilakukan secara natural berdasarkan minat dan kemampuan masing- masing. “Kami punya anggota yang kuat di strategi, desain, dan materi, jadi pembagian tugas jadi efektif dan saling melengkapi,” jelas anggota tim.

Tantangan terbesar justru datang dari pemilihan palet warna untuk desain visual. Mereka ingin warna yang merepresentasikan karakter brand, tetap estetis, dan konsisten. Solusinya? Banyak diskusi, referensi, dan revisi hingga semua setuju. “Yang membuat proyek kami unggul adalah strategi yang jelas, realistis, dan dirancang dari riset yang relevan. Setiap anggota juga tahu peran dan tanggung jawabnya.”

Bagi tim Manifesto Communication, kemenangan ini adalah bukti bahwa kerja sama tim dan usaha keras selalu berbuah hasil. “Kami puas banget. Ini bukan hanya soal jadi juara, tapi soal pembelajaran dan pengalaman luar biasa yang kami dapat,” ujar mereka.

 

Juara 2: reRONce Team Angkat Sustainable Fashion Jadi Gaya Hidup

Tim reRONce dari kelas X Cyber PR berhasil meraih Juara 2 dengan mengangkat UMKM reRONce yang bergerak dalam produk fashion berbasis ecoprint. Anggota tim terdiri dari Jauzaa Nur Ummi Shaliha Latif, Reyhana Elsa Ramadhani, Rahma Anisa Kurniawati, Ghaziyah Tsabitah, dan Pambayun Radityani.

Projek PR mereka menyoroti isu sustainable fashion dengan mengusung strategi omnichannel. reRONce memproduksi berbagai item fashion seperti baju, rok, dress, belt, tas, brooch, scarf, hingga hijab, seluruhnya berbahan alami dan ramah lingkungan (ecoprint). Dalam kampanyenya, tim berupaya memperluas jangkauan pasar dan mengedukasi masyarakat bahwa fashion tidak harus merusak lingkungan.

Pemilihan mitra reRONce didasarkan pada nilai keberlanjutan dan eksklusivitas produknya. Selain memperhatikan gaya, setiap produk punya cerita dan makna yang kuat. Mereka berharap kampanye ini mampu mendorong kesadaran publik terhadap pentingnya sustainable lifestyle. “Kami ingin ikut menyuarakan gerakan hijau melalui fashion. Anak muda tetap bisa tampil modis sekaligus menjadi bagian dari solusi lingkungan. Konsep ini juga sesuai dengan tagline reRONce: ‘Sahabat reRONce, Sahabat Bumi’,” ujar mereka.

Dalam proses pengerjaan proyek, tim membagi tugas sesuai bagian materi (taktik, analisis, dll), namun tetap berkolaborasi lintas bagian dalam brainstorming, penyusunan konten, dan desain. Salah satu tantangan utama adalah manajemen waktu karena proyek ini beriringan dengan tugas-tugas kuliah lainnya. Kompleksitas riset juga menjadi tantangan tersendiri.

Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah presentasi yang padat dan tepat waktu, serta penguasaan konsep PR yang kuat. Mereka juga terinspirasi oleh Bu Rona Rizkhy Bunga Chasana, S.I.Kom, M.A, dosen pengampu Cyber PR, yang selalu memberikan arahan dan masukan. Founder reRONce sendiri menjadi panutan mereka dalam melihat pentingnya peran pelaku UMKM dalam menjaga bumi.

“Kemenangan ini jadi bukti bahwa kami mampu dan semua proses tidak sia-sia. Ini bukan sekadar juara, tapi juga pengalaman belajar tentang kerja tim, ketekunan, dan makna komunikasi yang berdampak,” pungkas mereka.

 

Juara 3: Craftion Team Branding UMKM Ibtisaam Lewat Sentuhan PR

Craftion Team dari kelas D Cyber PR meraih Juara 3 berkat proyek branding untuk UMKM Ibtisaam. Tim ini terdiri dari Siti Nurul Hidayati, Chelseawanda Aninditya Izzalfa, Lutfi Desita Luriani, Salsabila Rosyidah, Muhammad Farhan, Rifat Akhtar Rajwa, dan Fu’ad Afifudin.

Ibtisaam merupakan UMKM berbasis kerajinan dari kawat bulu yang didirikan oleh seorang mahasiswa UMS pada Oktober 2024. Produk Ibtisaam masih jarang ditemukan di sekitar kampus dan brandingnya pun belum kuat. Craftion Team memilih mitra Ibtisaam karena melihat potensi unik dari produknya. Tidak hanya karena bahan dasarnya yang kreatif dan langka, tetapi juga karena semangat pendirinya sebagai mahasiswa yang memulai dari nol. Mereka ingin agar Ibtisaam bisa menjadi inspirasi dan pilihan utama dalam kategori produk hadiah personal.

Dalam projek ini, Craftion Team menerapkan strategi branding yang fokus pada peningkatan awareness di kalangan mahasiswa UMS, terutama untuk momen-momen seperti hadiah dan wisuda. “Kami melihat bahwa produk kawat bulu ini masih sangat jarang diperjualbelikan di sekitar kampus, dan branding yang ada masih minim. Maka, kami ingin menjadikannya lebih dikenal dan dipercaya masyarakat,” ujar tim.

Proses kerja tim dibagi menjadi dua kelompok: tiga orang bertanggung jawab atas pembuatan presentasi PowerPoint, sementara empat orang lainnya fokus menyusun booklet. “Kami membagi tugas secara adil dan efisien. Meskipun terbagi dua, komunikasi tetap lancar dan kami saling mendukung,” tambah mereka.

Menurut tim, keberhasilan ini tidak hanya karena strategi yang dijalankan, tetapi juga karena semangat tim yang solid dan keyakinan sejak awal. “Kami sudah merasa menang bahkan sebelum lomba dimulai. Kami percaya dengan konsep dan kekompakan kami,” ujar Craftion Team. Tak hanya itu, mereka juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama mengikuti lomba ini. “Kami belajar menjadi seorang PR yang mampu membawa citra positif sebuah merek dan membangun komunikasi yang efektif dengan publik.” Rencana mereka ke depan adalah membagi hadiah, mengikuti lomba PR di tingkat nasional, dan terus memperdalam wawasan di dunia kehumasan.

Bagi Craftion Team, kemenangan ini adalah bentuk validasi dari kerja keras dan keberanian untuk tampil berbeda. “Sejak sebelum lomba kami sudah merasa menang. Ini serius. Kami sangat percaya diri.”

(Radik FM)

Surakarta – Communication Feast atau yang dapat diartikan “Perayaan Komunikasi” tahun 2025 sukses digelar oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dengan mengusung tema ”Bring Back The Soul Of Freedom”, Comfeast diharapkan menjadi wadah atau ruang bagi audiens untuk bebas berekspresi tanpa adanya batas dan sekat.

Agenda tahunan ini diselenggarakan sebagai luaran mata kuliah manajemen event yang dikoordinasi oleh mahasiswa angkatan 2022 semester enam yang mengambil penjurusan public relations. Adapun target audiens dari acara ini adalah masyarakat umum terutama pelajar dan mahasiswa yang dilatarbelakangi untuk memberikan ruang apresiasi dan berkreasi sebagai wadah meningkatkan skill dan kreativitas mahasiswa, pelajar, dan anak muda di Kota Solo dalam berkarya.

Acara ini juga bertujuan memotivasi seluruh elemen yang terlibat dalam membangun kreatifitas dan sportifitas dalam mempersiapkan diri di era digital yang penuh persaingan saat ini. Comfeast dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat luas secara umum. Tentunya, acara ini turut memperkenalkan Prodi Ilmu Komunikasi UMS dan Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui event terbuka untuk masyarakat umum.

Adapun rangkaian acara Comfeast 2025 yang berlangsung selama empat hari di tanggal dan jenis kegiatan yang berbeda. Rangkaian acara tersebut diawali dari UMS Fun Run tanggal 1 Juni yang bertempat di Edutorium UMS. Acara kedua dan ketiga berurutan antara lain screening movie tanggal 2 Juni dan awarding tanggal 4 Juni di Auditorium Mohammad Djazman UMS. Dan terakhir, kegiatan yang paling ditunggu adalah puncak acara tanggal 14 Juni bertempat di Studio Lokananta.

Acara yang digelar setiap tahun ini menghadirkan keunikan baru dibandingkan tahun sebelumnya. Apa sajakah keunikannya? Keunikannya antara lain banyaknya ragam lomba; venue yang biasanya didalam kampus tetapi tahun ini diluar kampus; dan antusias masyarakat Kota Solo yang sangat luar biasa saat UMS Fun Run.

Puncak acara yang menghadirkan kemeriahan bertaburkan canda tawa para dosen, panitia, dan peserta. Namun, dibalik itu semua terdapat kesiapan ekstra dari panitia untuk mensukseskan acara, Rikko Fajar Nugraha selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa, “Kalau disebutin bisa 3 SKS lebih, tentunya ada banyak. Mulai dari konsep acara, timeline produksi, teknis pelaksanaan, dekorasi, masih banyak lagi”, Minggu (15/06/25). Kesuksesan acara Comfeast 2025 merupakan hasil kerja keras para panitia, didukung beragam sponsorship, awak media, dan dosen.

Rikko berharap setelah mengikuti acara ini, para peserta memperoleh makna yang membekas di benak. “Buat para peserta, semoga Communication Feast 2025 dapat membekas dihati teman-teman dan semoga join lagi di Communication Feast tahun depan,” jelasnya.

Kepada para panitia, Rikko juga menambahkan seuntai harapan, “Buat panitia, jangan jadikan Communication Feast hanya tugas mata kuliah saja, tetapi ini merupakan momen kebersamaan angkatan 2022. Memori-memori yang sudah kita ukir jangan sampai dihapus satu goresanpun. Kalau saya pribadi, bukan harapan lagi tapi memang sudah terjadi.”

Panitia berharap event tahunan ini dapat dilanjutkan dengan baik oleh angkatan-angkatan selanjutnya. “Ini menjadi pelajaran berharga untuk saya, koordinasi dengan 161 panitia merupakan tantangan bagi saya pribadi. Saya bangga sekali dengan perjuangan keras panitia Communication Feast 2025, serta berterima kasih atas memori yang sudah diukir oleh panitia. Sampai jumpa di Communication Feast 2026!,” pungkas Rikko.

(Radik FM)