Pengumuman hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) telah diterima sejak Selasa (03/04/2018). Menindaklanjuti hasil tersebut, Kemahasiswaan UMS langsung menggelar kegiatan Konsolidasi Awal PKM yang Lolos Didanai Dikti Tahun 2018, Selasa (17/08/2018).

Kegiatan konsolidasi awal ini bertujuan untuk mengumpulkan para perwakilan anggota dari 52 tim yang lolos seleksi beserta dosen pembimbingnya. Selain itu juga untuk memberi mereka pandangan dalam menyiapkan monev hingga Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) yang akan dihadapinya.

Wakil Rektor III UMS, Taufik Kasturi, Ph.D menjelaskan bahwa dalam rangka menindaklanjuti hasil seleksi proposal PKM tersebut, Kemahasiswaan UMS berencana memberikan dana talangan. Sehingga belum turunnya dana PKM dari Dikti tidak dapat menjadi alasan untuk menunda kegiatan PKM yang harus dikerjakan.

Didanai berapa belum tahu bukan berarti kita menunggu dana supaya bisa melakukan penelitian. Bidang Kemahasiswaan akan memberikan dana talangan dengan jumlah 3 juta rupiah,” ungkapnya.

Dana talangan ini digunakan untuk memberikan talangan sementara supaya proposal yang sudah dikerjakan segera dilaksanakan. Dengan disegerakannya pelaksanaan dari kegiatan PKM tersebut, maka mahasiswa juga dapat sesegera mungkin menyelesaikan laporan yang wajib di unggah ke Dikti serta memiliki waktu lebih untuk mengoreksinya terlebih dahulu.

Dia juga menambahkan bahwa UMS juga telah membuatkan timeline kegiatan dalam pelaksanaan PKM tersebut. Timeline ini dibuat dengan harapan agar para tim yang berhasil lolos seleksi pendanaan Dikti tersebut juga dapat lolos seleksi PIMNAS.

Kemudian kita juga sudah bikin timeline tentang program ini, sampai nanti pendampingan, pembuatan artikel publikasi, dan seterusnya, agar nanti proposal yang didanai oleh Dikti ini bisa lolos dalam seleksi PIMNAS. Kalau tahun kemarin lolos 8 tim, mudah-mudahan tahun ini minimal 8 tim atau 10 tim bisa berangkat ke Pimnas,” ungkapnya.

Dalam konsolidasi awal ini, Ahmad Kholid Al-Ghofari, MT selaku Kepala Bagian Penalaran Kreatifitas dan Softskill Kemahasiswaan UMS juga mengungkapkan bahwa UMS akan memberikan penghargaan berupa bebas biaya SPP kepada tim yang berhasil lolos di PIMNAS.

Bagi tim yang berhasil lolos PIMNAS dan meraih emas, UMS akan memberikan penghargaan berupa bebas SPP 4 semester per orang. Kemudian jika mendapat perak 3 semester per orang, perunggu 2 semester per orang, dan jika hanya menjadi presenter 1 semester perorang,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan jika mahasiswa yang bersangkutan sudah hampir selesai masa studi nya, UMS akan memberikan penghargaan berupa dana insentif yang diberikan secara langsung. Pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu upaya dari UMS untuk memberi semangat dan motivasi kepada seluruh tim untuk bersaing dalam ajang bergengsi tingkat nasional itu. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]

Prestasi di bidang akademik kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kali ini adalah prestasi berkenaan dengan seleksi proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang untuk pendanaan tahun anggaran 2018. Pengumuman hasil seleksi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) melalui surat edaran nomor 1020/B3.1/KM/2018, Selasa (03/04/2018).

Seleksi proposal PKM 5 Bidang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini model seleksi proposal dilakukan per klaster. Setiap klaster sendiri memiliki batas maksimal yang berbeda dalam mengupload proposal ke Dikti.

Ahmad Kholid Al-Ghofari, MT selaku Kepala Bagian Penalaran Kreatifitas dan Softskill Kemahasiswaan UMS menjelaskan bahwa klaster 1 di isi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan klaster 2 di isi oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) salah satunya dari UMS. “Klaster 1 itu PTN-PTN besar dan dia dapat jatah ke sistem sampai 700 proposal. Nha kita masuk ke klaster 2 yang uploadnya 425. Kalau tahun sebelumnya ketika belum dibatasi kita upload 618 proposal, tahun ini kita upload 425,” jelasnya ketika ditemui di kantor Kemahasiswaan UMS.

Dari total 425 proposal yang lolos seleksi pendanaan 2018 ini, dari UMS sendiri terhitung 52 proposal yang berhasil lolos. Dari hasil tersebut, UMS juga berhasil menempati ranking 2 se-PTS di Indonesia dalam hal jumlah proposal yang lolos seleksi Dikti, tepat di bawah Universitas Islam Indonesia (UII) dengan jumlah proposal yang lolos sekitar 90an.

Kholid berencana nantinya seluruh mahasiswa yang lolos seleksi proposal PKM 5 Bidang ini akan dikumpulkan semua sekaligus dengan pembimbingnya. “Rencananya yang dapat-dapat itu akan kita kumpulkan semua termasuk juga pembimbing-pembimbingnya, dan kita coba atur supaya besok didampingi dan yang lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa (Pimnas) juga banyak,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan salah satu strategi yang akan diupayakan oleh UMS agar nantinya berhasil sampai ke Monev hingga Pimnas yaitu dengan memberikan dana talangan agar proposal yang telah lolos ini segera ditindaklanjuti.

Ketika sudah disampaikan lolos biasanya pendanaan itu lama dari Dikti. Nha nantinya kita akan kumpulkan bersama itu termasuk kita upayakan kita dapat memberikan semacam dana talangan, sehingga cepet bisa jalan,” imbuhnya.

Selain dilakukan pendampingan oleh pembimbing di setiap tim PKM tersebut, nantinya dari pihak Kemahasiswaan UMS juga akan memberikan sebuah pelatihan. Pelatihan ini terkait dengan bagaimana membuat laporan PKM, membuat naskah publikasinya, serta membuat poin-poin tambahan dari hasil luaran. Hal ini dilakukan sebab biasanya yang berhasil lolos sampai Pimnas adalah tim dengan luaran-luaran yang hebat. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

Politisasi agama kini menjadi hal yang penting untuk dikaji dalam dunia pendidikan. Pasalnya, politisasi agama sendiri dapat dimaknai menjadi 2 sudut pandang, yaitu positif dan negatif. Hal tersebut dapat dianggap positif ketika memiliki orientasi untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Namun, akhir-akhir ini politisasi agama dimaknai menjadi suatu hal yang negatif lantaran terdapat penyelewengan nilai-nilai agama seperti radikalisme.

Menanggapi hal tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan Pusat Kajian Pemikiran Hasyim Asy’ari Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) dan Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisisan Negara Republik Indonesia menggelar Seminar dengan tema “Perspektif Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan Terhadap Politisasi Agama”, Sabtu (31/03/2018). Seminar yang dihadiri lebih dari 400 orang ini diselenggarakan di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Dalam kesempatan ini, Dr. (HC) Ir. KH. Salahuddin Wahid selaku Rektor UNHASY mengungkapkan bahwa latar belakang dari kerjasama ini salah satunya untuk memberikan pemahaman bahwa tidak selamanya politisasi agama tidak bersifat negatif.

Jadi kita harus memahami, bahwa tidak selamanya politisasi agama itu negatif. Memang terakhir ini kita menangkap bahwa politisasi agama itu bersifat negatif, bersifat kepentingan kelompok, bersifat kepentingan kekuasaan, bukan kepentingan negara,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa dalam seminar ini diharapkan para peserta dapat muali memilah mana politisasi agama yang positif dan negatif. “Itulah yang harus kita bahas, harus kita rumuskan, kita rinci. Mana yang positif, mana yang negatif. Tidak bisa gita pukul rata, tambahnya.

Selain sebagai forum diskusi, seminar ini juga digunakan sebagai moment penting penandatanganan MOU kesepahaman pemikiran antara UMS dengan Pusat Kajian Pemikiran Hasyim Asy’ari UNHASY. Isi dari MOU tersebut merupakan sebuah kerjasama antara kedua Perguruan Tinggi Islam tersebut dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, MOU tersebut juga langsung ditandatangani oleh Rektor UNHASY dan Rektor UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si.

Dr. Sofyan Anif, M.Si manyampaikan bahwa Perguruan Tinggi Islam harus dapat menjadi perguruan tinggi yang berkualitas, maju, dan unggul. Sebab, hal ini didasari karena sebelumnya para ulama telah berjuang dengan keras dalam menyongsong kemerdekaan Indonesia.

Perguruan Tinggi Islam itu harus berkualitas, harus maju, harus unggul. Karena kalau kita belajar sejarah, para ulama sudah tidak diragukan bagaimana berjuangnya sampai pada kemerdekaan Indonesia,” ucapnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin 

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]

Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah (Pemilgub Jateng) 2018 sudah hampir menginjak waktunya. Dengan adanya hajatan besar tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah berusaha memberikan sosialisasi kepada para mahasiswa yang nantinya akan menjadi pemilih. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan melalui kerjasama antara KPU dengan kampus-kampus yang ada, salah satunya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Sosialisasi yang bertajuk KPU Jateng Goes to Campus ini digelar di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (13/03/2018). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 mahasiswa yang dipilih melalui seleksi oleh Kemahasiswaan UMS. Wakil Rektor III UMS, Taufik, Ph.D mengungkapkan bahwa 100 mahasiswa yang mengikuti acara ini adalah mereka yang terpilih yang terpilih.

Yang mengikuti acara ini adalah mereka mahasiswa yang terpilih. Mereka kebanyakan adalah mahasiswa-mahasiswa yang ikut dalam berbagai bidang yang diselenggarakan oleh universitas. Ada mahasiswa berprestasi, ada pula mahasiswa PKM, dan sebagainya,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi ini, para peserta diberikan 2 materi sebagai pengetahuan dasar mengenai Pemilgub yang akan segera digelar. Yang pertama, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai materi pemilih berdaulat yang bergerak melawan hoax oleh Diana Ariyanti selaku Komisioner KPU Jateng. Kemudian materi kedua mengenai peran strategis mahasiswa dalam mewujudkan pemilukada berkualitas yang diberikan oleh Muchamad Iksan, MH selaku Dosen Fakultas Hukum UMS.

Achmad Zaki selaku Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) KPU Jateng mengungkapkan alasan diadakannya kegiatan KPU Jateng Goes to Campus ini agar mahasiswa dapat menjadi agen sosialisasi dalam rangka menyukseskan Pemilgub Jateng 2018.

Mahasiswa dapat menjadi agen sosialisasi untuk mensosialisasikan lebih lanjut kepada sesama rekan mahasiswa, baik di dalam kampusnya sendiri atau di kegiatan-kegiatan ekstra kampus. Sehingga kegiatan pelaksanaan Pilgub Jateng dapat di sosialisasi khususnya kepada segmen mahasiswa,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh mahasiswa yang hadir dapat menyebarkan informasi-informasi yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jateng 2018. Sehingga nantinya seluruh mahasiswa di UMS dapat berkontribusi terhadap suksesnya penyelenggaraan Pemilgub ini, terutama dalam hal mendorong pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya secara tepat. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one]

[twocol_one_last][/twocol_one_last]