Pembekalan kepada pementor Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sangat penting untuk diberikan. Hal ini dikarenakan sebagai pementor mereka harus memahami mengenai apa itu Islam dan Muhammadiyah guna menjadi bekal mereka berdakwah, dalam hal ini untuk disampaikan kepada adik-adik mentor mereka. Oleh sebab itu Koordinator Mentoring Pusat (KMP) UMS menggelar kegiatan forum mentor dengan tema “Pemuda Hijrah dan Peran AKtivis Dakwah”, Minggu (25/02/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Moh Djazman Kampus 1 UMS ini dihadiri oleh perwakilan pementor di setiap fakultas. Acara ini menghadirkan Ust. Dr. Suranto, MM dan Ust. Abu Fatiah Al Adnani selaku pematerinya. Dalam kesempatan ini diberikan bekal kepada para pementor mengenai motivasi mereka dalam berdakwah sekaligus betapa pentingnya dakwah tersebut untuk dilakukan. Tak hanya itu, mereka secara langsung juga diberikan pemahaman bahwasannya sebagai pementor, mereka juga termasuk dalam salah satu aktivis dakwah.

Fahrurrazy selaku ketua KMP UMS menjelaskan bahwa KMP sendiri berencana ingin membuat acara bertajuk forum pementor ini dilaksanakan selama 2 kali dalam setahun. Hal ini agar hubungan antar pementor di lingkungan UMS dapat terjalin dengan baik.

Sebisa mungkin forum pementor ini kita adakan 2 kali dalam setahun, agar hubungan dan ukhuwah pementor antar fakultas bisa terjalin dengan baik”,jelasnya.

Dalam forum pementor ini juga diselipkan agenda pemberian penghargaan kepada pementor terbaik di setiap fakultas. Fahrurrazy menambahkan bahwa penghargaan tersebut diberikan untuk menghargai perjuangan mereka ketika menjadi pementor serta agar menjadi contoh bagi para pementor lainnya.

Dengan adanya pementor terbaik menjadi salah satu cara menghargai perjuangan para pementor dan harapannya pementor terbaik ini dapat menjadi contoh bagi pementor lainnya agar menjadi baik juga,” tambahnya

Angga Pratama salah satu peserta dari Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS mengungkapkan bahwa kegiatan yang melibatkan semua elemen pementor tersebut cukup baik, sebab dapat menjadi media bagi mereka untuk saling mengenal antar pementor di lintas fakultas.

Yang saya rasakan forum-forum seperti ini dan melibatkan semua elemen mentoring dari KMP maupun fakultas saya rasa baik, mulai dari merekatkan silaturahim dan supaya tahu pementor itu temennya tidak hanya di fakultas, namun di lintas fakultas juga,” ungkapnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

Setelah dilantiknya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kemahasiswaan UMS langsung mengadakan kegiatan Training of Trainer (ToT) dan Baitul Arqam bagi mereka. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan di setiap UKM maupun Ormawa baik tingkat universitas maupun di tingkat fakultas.

Kegiatan yang diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan ini berlangsung selama 2 hari 1 malam, Jumat-Sabtu (23-24/02/2018). Adapun rangkaian kegiatannya sendiri pada Jumat hingga Sabtu pagi difokuskan pada kegiatan Baitul Arqam, dimana para peserta diberikan bekal mengenai materi Kemuhammadiyahan. Setelah Baitul Arqam selesai baru masuklah pada kegiatan ToT hingga ditutup pada pukul 16.00.

Ahmad Kholid Al-Ghofari, MT selaku Kepala Bagian Penalaran Kreatifitas dan Softskill Kemahasiswaan UMS menyampaikan bahwa ToT sendiri diselenggarakan sebagai cara untuk memberikan arah kepada para pengurus yang baru agar sejalan dengan visi Kemahasiswaan itu sendiri.

ToT nya sendiri adalah event yang diselenggarakan oleh Kemahasiswaan untuk memberikan arah pengembangan mahasiswa itu seperti apa, sehingga visi Kemahasiswaan bisa masuk ke adik-adik pengurus Ormawa atau UKM yang baru,” ungkapnya ketika ditemui dalam acara tersebut.

Untuk Baitul Arqam-nya sendiri, sudah dilaksanakan selama 3 tahun ini. Baitul Arqam tersebut diadopsi dari Baitul Arqam yang diikuti oleh Dosen dan Tenaga Pendidik. Namun perbedaannya pada Baitul Arqam yang diikuti oleh mahasiswa ini dipadatkan selama 1 hari 1 malam saja, sedangkan yang diikuti oleh Dosen dan Tenaga Pendidik berlangsung selama 3 hari 2 malam.

Dra. Mahasri Shobahia selaku Kepala Bagian Kaderisasi dan Dakwah Kemahasiswaan UMS mengungkapkan bahwa sebelumnya kegiatan semacam ini hanya seperti pembekalan biasa namun bermalam. Akan tetapi pada tahun ini, Baitul Arqam-nya sendiri didesain seperti yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah.

Kalau yang 2 tahun lalu itu kegiatan Baitul Arqam dan ToT yang diselenggarakan oleh Kemahasiswaan itu seperti pembekalan pada umumnya, cuma menginap. Kemudian kalau yang kali ini kami desain seperti Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah meskipun waktunya itu pendek, ungkapnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun sinergi antar UKM maupun Ormawa sehingga 1 tahun kedepan aktifitas mereka memiliki landasan yang kuat dari sisi adat, ibadah, dan akhlak. Sehingga ketika mereka berkiprah nantinya ada nilai-nilai keislaman yang menjadi acuan di setiap kegiatan yang mereka lakukan. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2013 yang mengatur mengenai penyelenggaraan pendidikan kedokteran (Dikdok) mengharuskan seluruh universitas yang memiliki program studi kedokteran memiliki rumah sakit sendiri. Dengan adanya peraturan tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kemudian mengambil langkah untuk mengakuisisi Rumah Sakit (RS) Puri Waluyo. Kepemilikan tersebut kini telah resmi setelah dilakukan serah terima antara pihak RS Puri Waluyo kepada UMS, Senin (19/02/2018).

Dengan resminya rumah sakit tersebut menjadi milik UMS, Dr. Sofyan Anif, M.Si selaku Rektor UMS berencana untuk melakukan pembangunan terhadap bangunan RS Puri Waluyo. Hal tersebut dia jelaskan karena struktur bangunan rumah sakit tersebut adalah untuk 3 lantai, namun sekarang baru berdiri 1 lantai.

Karena bangunan ini bangunan strukturnya 3 lantai, ini baru 1 lantai. Sehingga setelah ini dalam waktu yang sangat dekat kita akan melanjutkan bangunan lantai 2 dan lantai 3,” jelasnya ketika ditemui usai acara serah terima.

Serah terima yang telah dilaksanakan tersebut dilakukan dengan penyerahan berkas-berkas dari RS Puri Waluyo, seperti obat-obatan disana, gambaran arsitektur bangunan tersebut, kunci, hingga berkas-berkas lain yang berhubungan dengan kepemilikan rumah sakit. Serah terima tersebut dilakukan dari penyerahan RS Puri Waluyo kepada Drs. Dahlan Rais, M.Hum selaku Kepala Badan Pengurus Harian (BPH) UMS dan Dr. Sofyan Anif, kemudian diteruskan kepada Kepala Biro Administrasi Umum (BAU).

Dalam pembangunan yang akan dilakukan di RS Puri Waluyo, Dr. Sofyan Anif menargetkan pembangunan tersebut harus selesai pada Oktober 2018. “Kita target gedung ini sampai dengan Oktober sudah harus selesai. Kita butuh waktu 6 bulan. Maksimal itu harus selesai karena ini hanya tinggal melanjutkan saja,” ungkapnya.

Selain dalam hal pembangunan, dia juga menyampaikan bahwa UMS juga melakukan perubahan status terhadap rumah sakit tersebut dari rumah sakit jiwa menjadi rumah sakit umum. Hal ini harus dilakukan karena nantinya RS Puri Waluyo itu akan difungsikan sebagai rumah sakit umum pendidikan UMS dan akan mulai dioperasionalkan ketika bangunan selesai dan ijinnya turun sesuai yang ditargetkan. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]

Memasuki awal semester genap tahun ajaran 2017/2018, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pelantikan kepada para pengurus baru Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKM-U) dan Organisasi Mahasiswa Universitas (Ormawa U), Senin (19/02/2018). Dalam pelantikan ini, Bagian Kemahasiswaan (Bagmawa) UMS secara resmi telah melantik 28 UKM-U dan Ormawa-U untuk mengemban amanah selama 1 tahun kedepan.

Dra. Mahasri Shobahia selaku Kepala Bagian Kaderisasi dan Dakwah Bagmawa UMS menjelaskan bahwa makna dari pelantikan ini adalah memberikan sebuah penyadaran kepada para pengurus yang telah dilantik mengenai tugas yang akan diembannya.

Kegiatan pelantikan pengurus Ormawa adalah sebagai moment untuk menyadari tugasnya bahwa teman-teman pengurus ini memperoleh amanah selama 1 tahun kedepan sesuai dengan UKM masing-masing,” jelasnya ketika ditemui di Gor UMS usai acara pelantikan.

Terdapat hal yang berbeda pada kepengurusan UKM-U dan Ormawa-U dalam 1 tahun kedepan. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Dra. Mahasri, yaitu mengenai kepengurusan UKM Ar-Rasail wa Namlah. UKM tersebut merupakan jenis kegiatan mahasiswa yang memiliki 2 ranah berbeda, namun hanya di urus oleh 1 pengurus saja. Pada periode ini UKM tersebut akan dipecah menjadi 2. Sehingga nantinya akan terbentuk 2 kepengurusan, yaitu Ar-Rasail yang bergerak di bidang penerbitan majalah Bahasa Arab dan Namlah yang bergerak di bidang debat Bahasa Arab.

Selain itu, dia juga mengungkapkan tentang semangat dari Wakil Rektor 3 UMS mengenai semangatnya dalam peningkatan kualitas dalam bidang keislaman. “Karena semangatnya WR 3 sekarang ini kita harus memiliki nilai plus dalam ajang lomba bidang keislaman. Kalau selama ini kita jarang memperoleh juara, kalau yang lain bisa mengapa di keislaman tidak,” ungkapnya.

Wakil Rektor 3 Taufik, Ph.D juga turut hadir dalam pelantikan ini. Atas dilantiknya para pengurus UKM-U dan Ormawa-U yang baru dirinya berharap kepada seluruh pengurus yang telah dilantik agar nantinya mereka dapat menjadi dinamisator atas kegiatan yang ada di lingkungan UMS.

Jadi dengan pelantikan semacam ini kedepan Ormawa itu akan lebih dinamis di dalam menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan. Kemudian fokusnya UKM-UKM ini untuk dinamisasi kegiatan kemahasiswaan,” harapnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]