Beragam prestasi yang diperoleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hinga saat ini masih terus bermunculan. Kali ini prestasi tersebut diperoleh dari karya video yang diproduksi oleh salah satu tim dari Kine Club Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI). Prestasi tersebut mereka raih dalam lomba video yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta.

Lomba video yang diikuti oleh masyarakat se-Karisidenan Surakarta ini mengambil tema “Jelajahi Dunia dengan Membaca”. Perlombaan ini diadakan sejak Jumat – Sabtu (20/10-30/11/2017). Dalam kompetisi ini, tim dari Kine Club FKI UMS yang beranggotakan Gandhung Suryo Sumirat, Aswhin Safitri, dan Wangga Ramadessela berhasil meraih Juara 1 kategori umum.

Film yang mereka beri judul “Pecahan Dunia” diputuskan sebagai juara 1 pada Senin (04/12/2017). Film tersebut menceritakan mengenai seorang pemuda penjual koran yang tidak sengaja melihat berita bahwa Perpustakaan Daerah telah dibuka. Kemudian karena dirinya suka membaca, lalu dia mencoba datang ke perpustakaan dan secara tidak sengaja membaca buku mengenai cara membuat usaha kecil. Setelah itu diceritakan pemuda tersebut sering membaca dan memulai praktik usahanya dan pada akhirnya berhasil menjadi orang sukses.

Gandhung mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak menyangka bahwa dapat berhasil meraih juara 1 dalam lomba tersebut. Apalagi dirinya juga merupakan mahasiswa baru di UMS dan baru pertama kali ini mengikuti lomba video.

Saya tidak menyangka saja bisa mendapat juara 1 dalam lomba tersebut. Padahal ini baru pertama kalinya saya ikut dalam lomba seperti ini. Tapi ya ini semua juga karena bantuan dari senior-senior kami dan kerjasama rekan-rekan 1 tim juga,” ungkapnya ketika ditemui.

Dia menjelaskan bahwa dalam produksi film tersebut tidaklah lancar dan terdapat beberapa kendala secara teknis. Salah satunya adalah suara noise dari kendaraan yang lewat sehingga dalam proses editing perlu menghilangkan noise-noise tersebut.

Selain itu, waktu yang disediakan untuk proses produksinya sendiri menurutnya sangat mepet. Mereka baru mendapatkan informasi mengenai lomba tersebut 5 hari sebelum penutupan lomba. Kemudian tahap perencanaan mulai mereka lakukan sehari setelahnya, Rabu (27/11/2017). Kemudian sisa 3 hari yang ada sebelum penutupan mereka gunakan untuk rapat, proses produksi, editing, dan pengumpulan karyanya.

Gandhung menjelaskan bahwa waktu mereka untuk produksi memang sangat mepet. Namun, mereka tetap ingin berusaha untuk mengikuti lomba tersebut. Apalagi mereka juga mendapatkan dukungan secara moril dari teman-teman di komunitasnya.

Waktu kami untuk produksi film itu sangat mepet. Tapi kami tetap ingin nekat mengikuti lomba tersebut, apalagi teman-teman dan senior juga mendukung. Bagi kami menang atau kalah soal belakangan, yang penting kami berani maju dulu,” jelasnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

Kesadaran mengenai perkembangan dan kemajuan sebuah teknologi adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki masyarakat. Sebab apabila mereka tidak memiliki kesadaran tersebut, maka kemungkinan mereka dapat terjerumus ke dampak negatif dari kehadiran teknologi menjadi lebih besar. Melihat hal tersebut, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan sosialisasi literasi video game, Rabu (03/01/2018).

Sosialisasi yang diadakan di Kelurahan Pucang Sawit, Surakarta ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sasaran peserta yang mereka tuju adalah para orang tua, sebab mereka adalah orang pertama yang langsung berhadapan dengan anak-anaknya dalam menyeleksi hiburan yang dinikmatinya.

Yudha Wirawanda, MA selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat ini menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk dapat menjembatani gab antara generasi orang tua dan anak yang lahir di era berbeda. “Kegiatan ini untuk menjembatani gab antara generasi orang tua dan generasi anak-anak, sebab generasi anak-anak sekarang lahir di era komputer, di era video game. Berbeda dengan orang tua yang harus beradaptasi dengan video game,” ungkapnya usai sosialisasi.

Dia juga berharap melalui literasi ini nantinya para orang tua dapat memahami isi konten dari video game, bahkan dapat menggunakan dan mengaplikasikan media yang digunakan pula. “Diharapkan orang tua mampu memahami konten-konten video game dan cara untuk mempergunakan dan mengaplikasikan konsol-konsol dan gadget-gadget agar bisa mengontrol perilaku anak-anak mereka,” tambahnya.

Selain berupa materi sosialisasi, kegiatan literasi tersebut juga diisi dengan workshop penggunaan parental control yang ada di aplikasi android. Dalam workshop tersebut setiap warga diminta untuk mengeluarkan android mereka yang digunakan untuk melakukan praktik. Sistem parental control itu sendiri berfungsi sebagai alat filter gadget yang digunakan anak-anak mereka untuk membatasi aplikasi atau tontonan yang dapat mereka akses sesuai dengan umur anak-anak mereka.

Ibu Hesti selaku ketua Rt 01/13 Pucang Sawit mengatakan setelah kegiatan ini nantinya dia akan berusaha untuk memberikan sosialisasi itu juga kepada ibu-ibu PKK lainnya sebab ibu lah yang memiliki tanggung jawab moral dalam mendidik anaknya. “Pengaruh dari video game ini insyaallah kami akan memberikan sosialisasi juga terutama kepada ibu-ibu di PKK karena yang bersinggungan langsung dengan anak-anak adalah ibu-ibu,” ucapnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Periode 2018 secara resmi telah dibuka. Peresmian pembukaan PMB tersebut dilakukan oleh Dr. Sofyan Anif, M.Si, selaku Rektor UMS dengan menyerahkan langsung secara simbolis nomor pendaftaran kepada pendaftar pertama calon mahasiswa baru UMS dari SMA Negeri 1 Sukabumi, Daffa Kstaria Firdaus, Selasa (02/01/2018)

Pembukaan yang dilaksanakan di Ruang Validasi Lantai 3 Gedung Induk Siti Walidah UMS mengawali pekerjaan dari panitia PMB UMS. Panitia PMB UMS sendiri bertugas dalam melayani para calon mahasiswa baru dalam melakukan pendaftaran, mulai dari proses administrasi hingga tes-nya.

Dr. Sofyan Anif, M.Si menyampaikan bahwa pendaftaran di tahun 2017 yang lalu mengalami peningkatan jumlah animo pendaftar sebesar 26 persen, dengan angka 46 ribu pendaftar. Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah didapatnya Akreditasi Institusi A oleh UMS. Melihat hal tersebut, dia berharap tahun ini peminat untuk mendaftar ke UMS minimal sama dengan tahun sebelumnya, bahkan meningkat.

Kemudian berkenaan dengan sistem One Day Service (ODS) yang digunakan oleh UMS dalam menyaring mahasiswa baru merupakan sebuah keunggulan yang dimiliki UMS. Melalui sistem tersebut, hasil penerimaan mahasiswa baru dapat menjadi lebih efisien dari sisi waktu, tranparan, dan terjamin kualitas mutunya.

“Di UMS mulai pendaftaran mahasiswa baru sampai lulus sudah berbasis online. Ini dapat memberikan justifikasi pada khalayak, UMS merupakan salah satu perguruan tinggi yang semuanya sudah berbasis IT,” jelas Sofyan.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB UMS, Dr. Triyono, M.Si mengungkapkan bahwa nantinya kuota mahasiswa yang diterima pada tahun ini akan dikurangi, dari 7.500 menjadi 7.000 mahasiswa baru. “Tahun ini lebih sedikit dibanding tahun kemarin, yakni 7.500 mahasiswa baru. Sebab kami ingin memberikan pelayanan yang lebih baik di UMS,”ungkap Triyono.

Dia juga menambahkan bahwa panitia PMB UMS juga melayani pendaftaran di luar daerah menggunakan paper bus. Beberapa daerah yang dilayani dengan fasilitas ini antara lain daerah perbatasan dan pantura seperti Cirebon, Pekalongan, Kudus, Pati, Madiun, dan Wonogiri. Selain itu, juga ada tes di luar Jawa seperti di Lampung dan Kalimantan.

Salah satu calon mahasiswa baru yang mendaftar pada hari pertama adalah Adhika Rifqy, siswa dari SMA Negeri 7 Surakarta. Dia berkeinginan untuk masuk ke Program Studi Hukum UMS. Dia mengungkapkan bahwa dirinya ingin masuk ke UMS karena UMS merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Solo.

Karena UMS itu merupakan PTS terbaik di Kota Solo. Sama kurang lebih saya juga tahu kayak prestasi sama kerjasama UMS di luar negeri sama apa saja sih yang ada di UMS,” ungkapnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin  

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]

 

Jelang akhir perkuliahan semester gasal sekaligus akhir tahun, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) gelar acara tahunan berjudul Communication UMS Visual Art (CIVA). Acara tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi dari pihak prodi terhadap karya mahasiswa mata kuliah Sinematografi 2. CIVA sendiri merupakan sebuah acara pemutaran film pendek yang diselenggarakan setiap tahun.

CIVA sudah dilaksanakan selama 3 tahun sejak 2015 yang lalu. Selalu ada perbedaan-perbedaan yang ditunjukkan dalam event tahunan Prodi Ilmu Komunikasi UMS tersebut. Uud Iswahyudi selaku dosen pengampu mata kuliah Sinematografi 2 mengatakan bahwa tahun ini dalam produksi film CIVA tidak dibatasi oleh tema. Selain itu, pada tahun ini persoalan audio dalam video yang di produksi sangat diperhatikan.

Tahun ini kami tidak memberikan tema khusus dalam pembuatan film tersebut. Para mahasiswa ingin tema nya dibebaskan, ya kemudian kami bebaskan. Selain itu untuk tahun ini persoalan audio benar-benar kami perhatikan dan alhamdulillah kualitas audio yang sekarang jauh lebih baik,” kata Uud ketika diwawancarai.

Acara tersebut telah dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu-Minggu (23-24/12/2017). Dalam waktu 2 hari tersebut CIVA berhasil menayangkan 22 film pendek dengan tema yang beragam, mulai dari horor, komedi, anak-anak, dan lain sebagainya. Namun, dari sekian film yang ditayangkan, pada tahun ini film-film tersebut didominasi dengan tema yang menayangkan sosok seorang ibu.

Selain pemutaran film, kemeriahan CIVA juga juga diwarnai dengan adanya awarding yang dibagi menjadi 8 kategori. Kategori-kategori dalam awarding tersebut antara lain kategori poster, artistik, scriptwriting, audio, editing, directing, cinematography, serta best of the best. Awarding-awarding tersebut tentu memberikan kebanggaan tersendiri kepada para mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMS, sebab hal ini juga merupakan salah satu bentuk akhir dari kompetisi mereka dalam mata kuliah Sinematografi 2.

Dr. Dian Purworini selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMS mengungkapkan bahwa para mahasiswa semester 5 yang memproduksi film-film tersebut terlihat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Selain itu, karya-karya mereka juga bagus dengan menunjukkan pesan yang sederhana.

Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi, kemudian karya yang dibuat juga bagus-bagus dan pesan yang disampaikan sangat sederhana, serta banyak yang mengena sesuai dengan kondisi yang ada sekarang,” ungkapnya usai penyerahan awarding CIVA.

Dia juga sempat menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa untuk kedepan. “Harapan saya kepada para mahasiswa semoga mereka tetap berprestasi, berkarya, optimis, dan bahagia,” tutupnya. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin

[twocol_one][/twocol_one] [twocol_one_last][/twocol_one_last]