WARTAKAMPUS.COM: SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sedang merintis mendirikan Universitas Muhammadiyah di Malaysia. Universitas tersebut akan diberi nama University Konsorsium Muhamadiyah Malaysia (UKMM).

“Semula memang merupakan gagasan Rektor UMS Prof Dr Bambang Setiaji yang ditampung Pengurus Pusat Muhammadiyah. Selanjutnya memberikan mandat kepada UMS untuk memprosesnya,” jelas Kepala Humas dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Surakarta, Anam Sutopo kepada Timlo.net, di Kampus UMS, Pabelan Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (11/2).

Menurut Anam, pihaknya akan bekerjasama dengan 12 Universitas dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Indonesia. Terutama PTM yang memiliki Fakultas Kedokteran di antaranya UMS, UMY, UMM, dan Universitas Ahmad Dahlan. “Kita beli college yang ada di Johor Malaysia. Ada college yang ijinnya kita beli, kita kembangkan jadi Universitas Konsorsium Muhammadiyah, konsepnya adalah perpaduan antara PTM dengan Malaysia,” jelasnya.

Selain didukung oleh dosen-dosen asal 12 PTM yang terpilih untuk mengajar di UKMM , menurut Anam, pihaknya juga akan menggandeng lima perguruan tinggi di Malaysia untuk mengirim dosen terbaiknya ke UKMM.

Meski masih dalam tahap rintisan, lanjut Kepala Humas UMS, pihaknya berupaya dapat merealisasikan pendirian Universitas Muhammadiyah pertama di luar negeri, minimal sebelum tahun 2020 mendatang. Tentu saja dengan program studi yang sesuai tuntutan pasar. UKMM ini akan fokus bidang eksakta.

UMS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai tanggal 3 Januari hingga 26 Agustus 2017 membuka pendaftaran mahasiswa baru (Maru) tahun ajaran 2017/ 2018. Pendaftaran mahasiswa baru dilakukan dengan sistem One Day Service (ODS).

“Kami mentargetkan sebanyak 22.000 pendantar dan akan menerima 7.000 mahasiswa baru,” kata Wakil Rektor 1 UMS, Muhammad Dai kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/12). Dai mengatakan, tahun akademi ajaran 2017/2018, UMS membuka 43 Program Studi (Prodi) dari 12 fakultas. Dengan seleksi sistem ODS, UMS menyiapkan 80 komputer yang bisa digunakan untuk tes calon mahasiswa baru.

Dengan sistim ODS, kata Dai, pendaftar UMS bisa dilayani secara cepat mulai pendaftaran hingga diketahui hasilnya diterima atau tidak, dalam kurun satu hari. Terkait antisipasi adanya joki, menurut Dai, UMS sudah mengantisipasi dengan menyiapkan sistem keamanan secara ketat.

“Jadi pas masuk ruangan tes, peserta diperiksa tidak boleh membawa HP. Lalu diverifikasi datanya sehingga bila terjadi kecurangan bisa diketahui,” jelas dia.

Solo — Empat bulan lagi Dr Sofyan Anif bakal menggantikan Prof Bambang Setiadji untuk memimpin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), periode mendatang. Perihal penggantian itu sudah diputuskan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Tetapi pelantikan memang diundur empat bulan. Karena masa jabatan Prof Bambang Setiaji ada perpanjangan empat bulan,” jelas Wakil Rektor IV UMS Sofyan Anif kepada Timlo.net, di Balai Muhammadiyah Solo, Minggu (1/1).

Sofyan sebagai Rektor UMS terpilih mengakui, pelantikan semula memang akan berlangsung tanggal 24 Desember 2016 lalu, tetapi ditunda hingga tanggal 24 April 2017 mendatang.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan Surat Keputusan (SK) bahwa masa jabatan Rektor UMS, Prof Bambang Setiadji diperpanjang,” jelasnya.

Menurut Sofyan, perpanjangan masa jabatan Bambang Setiadji ini dikarenakan saat ini UMS sedang menjalani kerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya yaitu terkait dengan pengelolaan Universitas Muhammadiyah di Malaysia, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dan dengan Kyungdong University Korea.

“Pak Bambang biar menyelesaikan proses kerjasama ini. Meskipun nanti pada bulan April juga masih berlanjut sehingga diharapkan bisa lebih siap,” ujarnya.

Sementara itu, pelantikan Rektor Terpilih UMS periode 2017-2021 yaitu Sofyan Anif akan direncanakan pada 24 April 2017 mendatang. Terkait hal itu, Sofyan mengaku sanggup mengemban amanah sebagai Rektor UMS. Dirinya siap meneruskan program rektor sebelumnya. Selain itu memiliki program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Menjadikan UMS menjadi pusat pengkaderan Muhammadiyah tingkat nasional.

SOLO– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mulai membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2017/ 2018. Pendaftaran mahasiswa baru dilakukan dengan sistem one day service (ODS) mulai dari tanggal 3 Januari hingga 26 Agustus 2017 mendatang.

Wakil Rektor 1 UMS, Muhammad Da’i mengatakan, tahun ajaran 2017/2018, UMS akan menerima mahasiswa sebanyak 7.000 orang. “Ini berasal dari 43 Program Studi (prodi) dari 12 fakultas,” ujar Da’i saat ditemui disela-sela acara Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di ruang ODS di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (3/1).

Dalam seleksi mahasiswa baru ini, UMS menyiapkan 80 komputer yang bisa digunakan untuk tes calon mahasiswa baru. “Satu kali tes membutuhkan waktu 1 jam, sehingga sehari kapasitas kita bisa melayani rata-rata pendaftar 200 hingga 300 orang,” imbuh Da’i.