UMS-Setelah dilantiknya Nurgiyatna sebagai Dekan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) periode 2017/2021, selanjutnya dia mengadakan diskusi terbuka antara dekan dengan mahasiswa, Selasa (30/5).

Diskusi yang diselenggarakan di Karpet Merah lantai 3 Gedung FKI UMS tersebut dihadiri oleh sekitar 28 mahasiswa. Acara tersebut diadakan dengan tujuan untuk menjalin hubungan interpersonal yang baik antara dekanat dengan mahasiswa.

Nurgiyatna menyampaikan bahwa dia ingin menciptakan sebuah hubungan komunikasi interpersonal yang baik antara dosen dan mahasiswa agar potensi akademik dapat berkembang dengan baik. “Saya rasa komunikasi interpersonal yang baik itu perlu dilakukan antara dosen dan mahasiswa agar tidak ada lagi jarak diantara kita, apalagi jika untuk mengembangkan potensi akademik,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa FKI harus menjadi tempat yang dapat menjadi media untuk memaksimalkan pengembangan diri mahasiswa. Hal tersebut dapaat dilakukan melalui sinergi antara mahasiswa dengan program kerja di fakultas.

“Saya ingin FKI menjadi tempat yang dapat mengembangkan diri mahasiswa secara maksimal. Untuk mengembangkan interpersonal yang baik dalam ranah akademis diperlukan sebuah program, seperti mengadakan pengajian, kerja bakti atau olahraga bersama,” tambahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Guru Muhammadiyah di Jawa Tengah kini mendapat kemudahan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini setelah Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan kerja sama program studi lanjutan bagi guru, dosen dan kader Muhammadiyah di wilayah Jateng.

Wakil Rektor UMS, Sofyan Hanif mengungkapkan kerja sama tersebut dimaksudkan agar semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini pengajar di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah di Jawa Tengah. Guru, Dosen dan kader Muhammadiyah yang aktif akan mendapat kemudahan dan keringanan dalam pembiayaan untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana.

“Sudah diatur (keringanan biayanya) lima puluh persen, memang batasan kotanya belum kami bahas, tapi sudah banyak yang mendaftar,” jelas Sofyan usai penandatangan MoU program studi lanjutan sekolah Pascasarjana bagi guru, dosen dan kader Muhammadiyah di Gedung Siti Walidah UMS, Solo pada Jumat (30/12).

Hingga saat ini, jelas dia, sebanyak 270 peserta yang telah mendaftar untuk memperoleh kemudahan program kerjasama tersebut. Kata dia, hal ini menunjukan antusias guru, dosen, dan kader Muhammadiyah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kendati demikian, kata dia, peserta harus melengkapi persyaratan dan mengikuti seleksi. “Kami harus tahu dulu ngajarnya di mana, lalu kalau dia kader juga harus menunjukan identitas, seleksi juga dilakukan untuk memetakan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, PW Muhammadiyah Solo juga memperkenalkan empat lembaga pendidikan unggul Muhammadiyah.

Keempat lembaga pendidikan tersebut yakni SD Muhammadiyah Salatiga, MI Muhammadiyah Karanganyar, SMA Muhammadiyah Wonosobo dan SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Keempat lembaga pendidikan itu diklaim memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sekolah lain dibawah naungan Muhammadiyah. Menurut Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir mengungkapkan dijadikannya empat sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan lantaran telah memenuhi kriteria baik ditingkat wilayah maupun pusat.

“Seperti animo masyarakat sehingga secara kualitatif jumlah siswa lebih banyak dibanding lainnya, kemudian prestasi yang diraih baik oleh siswa, guru dan sekolah. Aspek kesejahteraan guru pun menjadi pertimbangan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan adanya sekolah unggulan diharapkan memacu sekolah lain untuk saling berpacu meningkatkan kualitas pendidikan. Dia menargetkan tiap tahunnya muncul sekolah unggulan baru Muhammadiyah di setiap wilayah. “Minimal itu satu wilayah ada satu sekolah unggul Muhammadiyah untuk tiap tingkatan,” katanya.

Ajang pameran film bagi para Sineas Independent yang banyak diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia adalah bukti bahwa dunia perfilman telah mendapat perhatian para penggemar film tersendiri. Ajang kompetisi ini tidak sekedar sebagai bentuk apresiasi tetapi juga sebagai wadah ekspresi bagi para Sineas Short Movie Indie Festival mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ajang kreatifitas yang merupakan konsentrasi mata kuliah Sinematografi ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kali pada tahun ini. Pada penyelenggaraan kali ini mengangkat tema “ Indie Berekspresi ” dengan kegiatan ini diharapkan sebagai ajang eksplorasi kreatifitas mahasiswa dalam mempraktekkan apa yang telah didapat secara teori. Selain itu melalui kegiatan ini, diharapkan Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta khususnya program studi Ilmu Komunikasi dapat bersaing dengan pendidikan tinggi lainnya.

Mata kuliah Sinematografi II adalah mata kuliah wajib bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 5, sehingga pada saat ini kami angkatan 2014 menempuhnya. Merujuk pada kegiatan CIVA yang pertama pada tahun lalu, kami sebagai angkatan selanjutnya (2014) ingin meneruskan acara yang sangat berguna tersebut untuk menjadikannya acara tahunan. Dengan adanya dorongan, apresiasi, dan motivasi dari para Dosen dan Kepala Prodi kami semakin memantapkan langkah kami untuk mewujudkannya. Kegiatan ini akan terlaksana sebagai ajang apresiasi untuk seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2014 karena telah membuat Film Pendek secara Indie. Menunjukkan bahwa ilmu yang didapat dari mata kuliah Sinematografi II bisa langsung dipraktekkan ke dalam sebuah karya. 25 karya film pendek akan siap dipertontonkan kepada khalayak pada tanggal 19 dan 20 Desember 2016 bertempat di GOR kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari segenap civitas akademika Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, pihak yg memberikan materi tentang Sinematografi yaitu Drs. Iswahyudi Tejo Yuwono dan Fathoni Nurkholis, S.I.Kom selaku dosen mata kuliah Sinematografi II.

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Sabtu (26/11/2016), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan mengggelar Solo Vocal Competition.

Vocal Competition merupakan ajang kompetisi vokal pertama kali yang di selenggarakan oleh KMTM UMS pada event UMS OTOCONTEST.
Kompetisi ini diadakan untuk mewadahi bakat – bakat anak muda Indonesia.

Pada gelaran kali ini akan mengusung tema “Classic Rock”. Seperti dikutip dari instagram AgendaSolo, Vocal Competition ini diharapkan mampu melahirkan vokalis-vokalis maupun penggemar music rock berbakat dan berprestasi di tanah air. Kompetisi ini terbatas hanya untuk 30 peserta dengan kategori umum.

Pendaftar dapat membayar biaya pendaftaran yaitu Rp 100.000. Pendaftaran Vocal Competition akan berakhir pada Rabu (23/11/2016). Technical meeting akan diadakan pada Kamis (24/11/2016). Juara yang akan dipilih yaitu juara 1, 2 dan 3.