PABELAN- Youngsang University (YSU) dari Korea sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Berbagai program dari YSU pun ditawarkan kepada UMS baik itu untuk dosen maupun mahasiswa.

Director Office of Indonesia Affairs YSU, Prof Je Dae-Sik mengatakan, pihaknya menghendaki kerja sama dengan UMS dalam berbagai program karena UMS merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia. “Hal ini yang membuat tertarik YSU ingin bekerja sama dengan UMS,” kata Je Dae-Sik di kampus UMS, Rabu (27/4).

Untuk program yang ditawarkan dari YSU di antaranya program double degree yaitu program 2+2 untuk S1 dan program 1+1 untuk S2. Program 2+2 ialah untuk mahasiswa S1 yang sudah dua tahun belajar di Indonesia, kemudian dilanjutkan bidang studinya di YSU dengan mendapat ijazah S1 dari kedua universitas.

Sedangkan program 1+1 ialah untuk mahasiswa S2 yang baru menyelesaikan dua semester di Indonesia kemudian dilanjutkan bidang studinya selama satu tahun di YSU dengan mendapat ijazah S2 dari kedua universitas.

Lebih lanjut Je Dae-Sik menambahkan YSU berdiri secara resmi pada bulan Maret 1983 dengan nama Sungsim College of Foreign Languages (SCFL) di Busan yang merupakan kota terbesar kedua di Korea.

Selaras dengan kebutuhan masyarakat, maka sejak tahun 1997, SCFL berkembang menjadi sebuah universitas yang bernama YSU. Saat ini, YSU memiliki enam fakultas dan 40 jurusan dengan jumlah mahasiswa 7.010 orang yang terdiri dari jenjang S1 sebanyak 6.794 orang, S2 sebanyak 171 orang dan S3 sebanyak 45 orang.

Saat ini YSU sudah bekerja sama dengan Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sultan Agung Tirtayasa Serang, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Universitas Udayana Bali, Universitas Multimedia Nusantara Serpong, Universitas Komputer Indonesia Bandung, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Internasional Batam dan lain-lain.

“Saat ini terdapat 140 mahasiswa Indonesia yang datang dari berbagai universitas sedang mengikuti program double degree baik S1 maupun S2 di YSU. Di samping itu, akan dibuka program S3 untuk para dosen Indonesia dalam bidang teknik informatika, sistem informasi dan cyber pada bulan September tahun ini,” kata Je Dae-Sik.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UMS, Muhammad Da’i mengatakan, pihaknya menyambut baik ajakan kerja sama dengan YSU ini. Selama ini, dari UMS sudah menjalin kerja sama dengan universitas di Korea dan tiga mahasiswa UMS belajar di sana. “Lalu dengan adanya kerja sama dari YSU ini, akan kami tindak lanjuti pada awal Juni mendatang berkunjung ke sana,” ujar Da’i.

Hawa segar langsung menyeruak saat masuk ke Edupark Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pepohonan dan rumput yang hijau menjadi oase di langit Solo dan sekitarnya.

Kawasan ini terbagi ke dalam beberapa zona. Di bagian timur ada zona laboratorium, yang diperuntukkan bagi penelitian mahasiswa program studi biologi atau bidang keilmuan lain yang membutuhkan. Bagian selatan ada zona rekreasi yang bisa dimanfaatkan untuk outbond sekaligus menikmati segarnya udara di bawah rindang pepohonan. Namun, peralatan outbond hanya ada pada waktu menyelenggarakan outbond saja.

Sedangkan zona utara, jelas Kepala Bagian Humas UMS, Dr Anam Sutopo, terdapat sekitar 1.000 jenis tanaman langka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Pada zona ini bisa dimanfaatkan untuk edukasi bagi siswa-siswa mulai TK hingga SMA untuk memperkenalkan kekayaan hayati di Indonesia,” katanya kepada Joglosemar, Selasa (5/6) lalu.

Sedangkan di bagian barat ada pengolahan pupuk kompos. Pembuatan kompos ini berasal dari sampah organis di sekitar lokasi kemudian dipilah dan dimanfaatkan untuk memupuk tanaman-tanaman yang ada di area tersebut.

Di bagian lain juga terdapat beberapa sarana olahraga yang bisa dimanfaatkan. Ada sebuah lapangan yang bisa dimanfaatkan untuk bermain sepak bola, voli maupun olahraga lainnya. Di area itu juga terdapat jogging track yang setiap hari ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.

Tidak kalah menarik, area taman yang sering dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berfoto selfie. Sebab, meskipun bukan bertujuan untuk membuat taman, namun terdapat space yang indah bersisi tanaman-tanaman hias pada gapura-gapura kecil yang sangat layak sebagai backgraound saat berfoto.

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerapkan sistem One Day Service (ODS) untuk pendaftaran mahasiswa baru tahun 2016. Siswa kelas tiga SMA atau SMK yang berminat kuliah di UMS bisa mendaftar sekaligus melaksanakan tes di hari yang sama.

Pendaftar juga dapat memilih hari lain jika tidak bisa melaksanakan tes pada hari itu. “Saya kemarin daftar dulu, lalu nunggu temen yang lain dulu, ini baru mau tes,” kata Rizal Agusti, pendaftar dari SMA N 1 Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, hari Selasa (29/3/2016).

Rizal mendaftar program studi Ilmu Hukum di UMS Surakarta. “Saya tanya-tanya sama kakak kelas, katanya (Ilmu Hukum) di sini (UMS) akreditasinya A,” ucapnya. Tempat pendaftaran calon mahasiswa UMS Surakarta berlokasi di Gedung Admisi Kampus I, UMS, Jl Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sukoharjo — Rombongan Mufti atau Imam Masjid Australia yang dipimpin Prof Ibrahim Abu Malik melakukan rekrutmen imam masjid di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (3/3). Untuk itu, pada hari yang sama, UMS juga melakukan seleksi imam masjid yang diikuti hingga ratusan dosen dan mahasiswa.

“Seleksi diikuti banyak mahasiswa dan dosen, hingga ratusan orang. Dan diseleksi di antaranya oleh Mufti Ibrahim,” jelas Rektor UMS Prof Dr Bambang Setiaji saat menerima kedatangan Mufti Australia di ruang rektorat UMS, Kampus Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (3/3).

Baik Ibrahim dan Bambang mengakui bahwa Australia sekarang ini banyak membutuhkan imam masjid, dan Australia cenderung memilih imam masjid yang berasal dari Indonesia. Selain itu mengingat, Muhammadiyah memiliki lembaga pendidikan, sedang saat ini di Australia sedang butuh banyak imam masjid dengan persaratan hafal Alquran, memiliki wawasan keislaman serta bisa menguasai bahasa internasional.

“Tak hanya hafal Alquran saja, juga harus memiliki wawasan keislaman, wawasan kebangsaan, bahasanya juga harus lancar. Dan mahasiswa UMS sudah banyak yang hafal Alquran, sehingga untuk sarat utama yaitu hafal Alquran kita tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain melakukan rekrutmen imam masjid, kata Bambang, Imam Masjid Australia Prof Ibrahim Abu Malik dan Syech Muhammed Hassanin Khamis juga melakukan kuliah umum di Auditorium UMS bertemakan Dakwah, Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda Muslim. Kuliah umum merupakan program Majelis Dikti Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menurut Bambang, digelar dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah.