Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Aidul Fitriciada Azhari resmi dilantik Presiden Joko Widodo menjadi anggota Komisi Yudisial (KY) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (12/2).

Redaksi kutip dari News.Liputan6.com, Presiden Joko Widodo melantik Ketua, Wakil Ketua serta 9 anggota Ombudsman Republik Indonesia masa jabatan 2016-2021 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/2). Salah satu anggota KY yang disumpah merupakan dosen UMS, Aidul Fitriciada Azhari. Dosen Fakultas Hukum UMS tersebut resmi disetujui menjadi komisioner KY dalam rapat paripurna di gedung DPR RI, Januari 2016.

Redaksi kutip dari Solopos.com, Aidul ingin mengembalikan marwah dunia peradilan. Ia juga ingin melanjutkan proses hukum para hakim yang dinilai bermasalah. Memang tidak bisa dipungkiri ada sejumlah hakim nakal dan harus dijewer. Aidul menyatakan bahwa tugas komisioner KY ialah menjalankan sistem yang ada dengan penuh tanggungjawab.

Aidul terpilih bersama dosen Universitas Pasundan Bandung, Dr Jaja Ahmad Jayus. Sedangkan 9 anggota Ombudsman yang disumpah yaitu Amzulian Rifai (ketua rangkap anggota), Lely Pelitasari Soebekty (wakil ketua rangkap anggota), Andrianus Eliasta Meliala (anggota), Ahmad Alamsyah Saragih (anggota), Ahmad Su’adi (anggota), Alvin Lie Ling Piao (anggota), Dadan Suparji Suhamawijaya (anggota), Laode Ida (anggota), dan Ninik Rahayu (anggota).
Baca Juga! Dosen UMS: Jadi Anggota KY, Aidul Ingin Kembalikan Marwah Peradilan

Sukoharjo – Sebanyak 16 SMA dari berbagai daerah mengikuti talkshow ‘Anda Bertanya UMS Menjawab’, di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan Sukoharjo, Rabu (20/1).

“Kali ini adalah yang ketiga dalam di awal tahun 2016 ini,” ungkap Sekretaris Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru UMS, Taufiq Puji Rochmani kepada Timlo.net di sela-sela acara.

Talkshow yang diselenggarakan oleh UMS, menurut Taufiq, kali ini mengetengahkan tema Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, dengan menghadirkan antara lain Purwanto Subroto, PhD dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan Wakil Rektor I UMS Dr Muhammad Dai.

Sekolah yang diundang kali ini, kata Taufiq, antara lain, SMAN 1 Sragen, MAN 1 Sragen, SMAN 2 Ngawi, SMAN 1 Kajen Pekalongan, SMAN 1 Blora, SMAN 1 Kartasura, SMAN 2 Sukoharjo, SMAN 3 Boyolali, SMAN 1 Surakarta, dan sebagainya.

Diundangnya sejumlah SMA tersebut, menurut Taufiq, diantaranya agar mengetahui dan ikut membahas terkait dengan masyarakat ekonomi Asean. Sekaligus memperkenalkan tentang UMS kepada sekolah-sekolah bersangkutan.

“Tiap sekolah diikuti sebanyak 20 siswanya,” ungkapnya.

Muhammadiyah mengerahkan tim yang dinamai Dakwah on The Street (DOTS) untuk menyampaikan syiar Islam kepada warga negara Indonesia yang ada di Taiwan.

Ketua Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, Adam Jerussalem, mengatakan DOTS menyasar warga negara Indonesia yang belum tersentuh program dakwah di negeri itu.

“Kami mencoba mencari celah dakwah dengan terjun langsung ke jalanan agar bisa menyapa langsung WNI yang selama ini tidak tersentuh oleh program dari berbagai majelis taklim,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang dikirimkan kepada Antara, Jumat.

“Metode DOTS ini untuk melengkapi dan mengisi cara berdakwah yang sudah ada di Taiwan seperti tablig akbar dan kajian online,” katanya.

DOTS terbagi dalam enam tim yang terdiri atas lima Tim Syiar dan satu Tim Kesehatan. Tim Syiar berdakwah mengelilingi taman-taman di Kota Tainan dan stasiun kereta api setempat.

Kegiatan dahwah yang dilakukan dengan melibatkan Kajian Online Muhammadiyah Taiwan (Komat) dan Pesantren Virtual (Trentual) serta Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (Formmit) itu menurut dia biasanya dimulai dengan perkenalan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan tausiah.

Di Kota Tainan yang berjarak sekitar 250 kilometer arah selatan ibu kota Taiwan, Taipei, tersebut mereka menyampaikan terjemahan kutipan ayat Alquran serta membagikan jilbab dan peci secara cuma-cuma.

Kepada tim DOTS, kandidat doktor National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taiwan itu berpesan agar mereka santun dalam berdakwah.

“Sapalah mereka dengan santun, tebarkan nasihat dengan sepenuh hati dari seorang sahabat, jauhi kesan menggurui,” katanya.

“Ajak mereka untuk shalat dan kenakan jilbab. Jika mau memakainya di tempat, maka pakaikanlah dengan bersahabat. Jika tidak berkenan, tinggalkanlah jilbab itu untuknya. Jangan paksakan,” tambah dia.

Saat bersilaturahim dengan masyarakat, Tim Syiar juga mendengarkan keluhan warga negara Indonesia yang bekerja dan belajar di Taiwan mengenai kendala mereka melaksanakan shalat lima waktu di tempat kerja dan pengalaman mereka menjalankan puasa Ramadhan.

Sementara Tim Kesehatan, yang beranggotakan pelajar yang sedang menyelesaikan program keperawatan dan kedokteran setara S2 dan S3 di Taiwan, memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga. Muh(dzar)

SUKOHARJO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka pendaftaran mahasiswa baru sejak Sabtu (2/1). Untuk tahun ini, UMS menyiapkan 6.500 kursi pada 43 program studi (prodi) yang ada.

Wakil Rektor I UMS Muhammad Dai menjelaskan, penerimaan maba akan berlangsung hingga Agustus mendatang. Perguruan tinggi di bawah yayasan pendidikan Muhammadiyah ini menargetkan menerima 6.500 maba dengan dua skema penerimaan. Pertama, melalui jalur umum yakni tes tertulis. Kedua, jalur beasiswa untuk calon maba yang memiliki prestasi akademik di SMA.

“UMS akan mengundang calon mahasiswa yang mendapatkan rangking 5 terbaik di tiap sekolah. Selain itu, UMS akan memberikan beasiswa kepada 175 calon mahasiswa terbaik,” jelasnya, kemarin. Tidak hanya itu, untuk peningkatan kualitas dalam penerimaan maba, UMS menaikkan passing grade sekitar 10% dibanding tahun lalu. Ambang batas nilai ini menjadi indikator kunci mengenai input mahasiswa yang diterima.

Meski demikian, lanjut Muhammad Dai, kenaikan passing grade dilakukan secara gradual dimulai dari tingkatan rendah. Dia mencontohkan penerapan ambang batas nilai tersebut baru dilakukan jika julah pendaftar sudah mencapai 10% dari target yang ditetapkan. Otomatis, hal tersebut menguntungkan calon maba yang melakukan pendaftaran lebih awal karena tidak mendapatkan kenaikan passing grade tersebut. keuntungan lainnya adalah mereka yang melakukan registrasi sebelum Februari 2016 akan mendapatkan potongan dana pengembangan sebesar 10%.

Mengenai penerimaan maba dari luar Jawa Tengah, UMS akan membuat penjadwalan khusus untuk tes tertulis. Tes rencananya akan digelar di sejumlah daerah seperti Kalimantan, Lampung dan di Papua. “Hasil tes tertulis di daerah luar Jawa Tengah cukup signifikan. Tahun lalu, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar dari luar Jateng sebanyak 30% dari kuota yang kami tetapkan,” ujarnya.

Muhammad Dai menambahkan, sudah menjadi komitmen UMS untuk mempertahankan kualitas. Apalagi, setelah perguruan tinggi swasta (PTS) tersebut masuk dalam sembilan perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi lembaga riset Quacquarelli Symonds (QS). UMS menjadi satu-satunya PTS yang masuk dalam survei bertajuk QS World University Rankings tersebut. Saat ini, khusus di UMS, Prodi Kedokteran masih menjadi primadona.

Setelah itu, barulah Prodi Farmasi, Kedokteran Gigi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Saat ini, PGSD yang dimiliki UMS merupakan satu-satunya PGSD di Indonesia yang terakreditasi A.