SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum bertajuk “Reportase Penyiaran” pada Rabu (17/12/2025). Bertempat di Neo Solo Grand Mall Lantai 2, acara ini dikemas secara interaktif melalui diskusi praktik dan simulasi peliputan lapangan.
Kuliah umum ini menghadirkan praktisi penyiaran senior, Moch Hafid Arofat, S.Pd., M.A., sebagai narasumber utama. Dipandu oleh Zukhrofa R.R, S.Tr.I.Kom, M.Sn. sebagai moderator, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa konsentrasi Broadcasting yang antusias mendalami dunia pertelevisian dan radio.
Bedah Alur Kerja Dunia Penyiaran
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman nyata mengenai praktik reportase yang efektif, runtut, dan komunikatif langsung dari sudut pandang praktisi. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga diajak membedah alur kerja reporter secara menyeluruh, mulai dari rapat redaksi, penentuan topik, teknik wawancara narasumber, penulisan berita, proses editing, hingga tahap penyiaran.
“Di lapangan, sebuah berita tidak boleh kosong. Reporter dituntut mampu menelusuri informasi sedalam mungkin dan menyiapkan mental agar tetap profesional di depan kamera. Pengalaman lapangan inilah yang akan membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk menyampaikan pesan yang hidup,” ujar Moch Hafid Arofat di sela-sela pemaparan materi.
Membangun Karakter Profesional dan Islami
Selain aspek teknis, kuliah umum ini menekankan pentingnya membangun karakter profesional yang berlandaskan nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan. Mahasiswa dibekali wawasan mengenai perbedaan karakter penyampaian berita di media TV dan radio, serta pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus berita digital.
Dalam sesi tanya jawab, antusiasme mahasiswa terlihat saat salah satu peserta, Nopal, menanyakan perihal target liputan harian dan dinamika struktur program. Menanggapi hal tersebut, Hafid menjelaskan bahwa fleksibilitas adalah kunci.
“Target liputan sangat bergantung pada durasi dan urgensi topik hasil rapat redaksi. Struktur program pun bisa berubah dinamis, di mana peran produser sangat vital untuk melakukan evaluasi agar konten tetap selaras dengan visi media,” tambahnya.
Menutup rangkaian acara, pemateri menekankan pentingnya kemampuan menerima kritik dan kemauan untuk terus mengasah literasi. Mahasiswa didorong untuk menemukan nilai unik dalam diri agar siap bersaing di industri penyiaran yang kompetitif.
“Ketika masuk ke industri, kesempurnaan bukanlah segalanya, tetapi memberikan yang terbaik dan terus belajar dari masukan adalah kunci untuk bertahan dan berkembang,” pungkas Hafid.
(Panitia Bingkre 2025)
