Kuliah Umum Desain Grafis UMS: Bedah Peluang Kerja Freelance hingga Kelola Studio Kreatif

SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum untuk mata kuliah Desain Grafis pada Selasa (17/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Neo Solo Grand Mall ini menghadirkan praktisi kreatif, Yoga Slamet Prabowo, sebagai narasumber utama.

Acara yang dipandu oleh Ahmada Auliya R., S.I.Kom., M.Pd. sebagai moderator ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS. Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem industri kreatif, mulai dari proses pembuatan konsep hingga komersialisasi karya desain.

Dinamika Dunia Freelance dan Manajemen Klien

Dalam pemaparannya, Yoga Slamet Prabowo membagikan perjalanan profesionalnya, mulai dari meniti karir sebagai desainer freelance hingga sukses mendirikan studio kreatif sendiri. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar desainer bukan hanya pada teknis, tetapi juga pada komunikasi dengan klien.

“Sering kali kita merasa sudah puas dengan karya yang dibuat, namun selera klien berbeda sehingga memicu revisi yang tidak terduga. Perbedaan sudut pandang dan usia dengan klien juga menjadi tantangan tersendiri yang menuntut kita untuk tetap profesional dan adaptif,” ungkap sosok yang akrab disapa Kak Yoga tersebut.

Desain Grafis sebagai Elemen Strategis

Mahasiswa dibekali wawasan bahwa desain grafis bukan sekadar estetika, melainkan elemen strategis dalam industri media. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemahaman konsep visual, tata letak (layout), tipografi, hingga konsistensi desain dalam membangun identitas sebuah merek. Melalui pengalaman praktisi, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional dan memiliki nilai jual di pasar.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis saat salah satu mahasiswa bertanya mengenai strategi agar media kreatif mampu bersaing. Menanggapi hal tersebut, Yoga menekankan pentingnya menentukan Unique Selling Point (USP). Ia menyarankan mahasiswa untuk berani membandingkan keunikan media yang mereka kembangkan, baik dari segi konsep, konten, maupun strategi branding agar menonjol di tengah persaingan.

Mencetak Lulusan Adaptif dan Inovatif

Kuliah umum ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya kepekaan visual dan pengalaman lapangan. Mahasiswa didorong untuk terus mengasah kreativitas dan terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari pengembangan diri menuju profesionalisme.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UMS berharap para mahasiswa tidak hanya menguasai perangkat lunak desain, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat untuk terjun ke industri kreatif, khususnya di bidang desain grafis dan komunikasi visual.

 

(Panitia Bingkre 2025)