Buka Babak Baru, Program Magister Ilmu Komunikasi UMS Siap Cetak Pakar Komunikasi Strategis

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi memperkuat jajaran program pascasarjananya melalui pembukaan Program Studi Magister (S2) Ilmu Komunikasi. Izin operasional ini disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 383/B/O/2026.

Pembukaan Program Magister Ilmu Komunikasi ini merupakan hasil dari proses evaluasi menyeluruh yang melibatkan pimpinan universitas dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. Program ini dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi sesuai standar nasional, menjadikannya institusi yang kredibel untuk menjawab tantangan industri komunikasi yang kian kompleks di era digital.

Komitmen Pendidikan Berkelanjutan

Dekan FKI UMS, Dr. Ir. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng., menekankan bahwa kehadiran prodi S2 ini bertujuan untuk memperkuat fondasi keilmuan komunikasi secara utuh. “Karena UMS memiliki visi bahwa kita membangun sebuah keilmuan itu utuh, jadi harapannya bahwa setiap prodi, perkembangan ke depan itu memang harus berjenjang,” jelasnya pada Senin (27/4).

Program Magister Ilmu Komunikasi UMS diproyeksikan menjadi ruang akselerasi bagi pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Fokus utama dari program ini adalah mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kapasitas strategis dalam mengelola komunikasi di berbagai sektor, termasuk industri, pemerintahan, dan lembaga kemasyarakatan.

“Karena prodi Magister Ilmu Komunikasi ini adalah prodi baru maka ditujukan untuk memperkuat keilmuan prodi Ilmu Komunikasi dan pasti pada pengembangan ke depan terkait visi dari fakultas,” tambah Dr. Endah.

Dengan resminya pembukaan jenjang S2 ini, FKI UMS semakin mempertegas posisinya sebagai pionir pendidikan komunikasi yang progresif. Kehadiran Magister Ilmu Komunikasi menjadi tonggak penting dalam upaya universitas menyediakan pendidikan berkelanjutan yang berkualitas bagi para praktisi maupun akademisi komunikasi di Indonesia.

 

Sumber: Humas UMS