Magelang (18/05). Bersamaan dengan Hari Raya Waisak, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Finic FKI UMS mengadakan kegiatan hunting foto bersama. Kegiatan yang merupakan kegiatan rutin UKM Finic ini dilaksanakan di Candi Borobudur.

“Selain untuk meningkatkan skill, kegiatan ini juga untuk refreshing anggota” kata Ketua UKM Finic, Akbar Muntaha. Peningkatan skill fotografi merupakan tujuan utama dalam UKM Finic.

Akbar yang juga mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi ini menambahkan, pengambilan foto pada sebuah moment menjadi tantangan sendiri. Hal ini disebabkan anggota harus memikirkan angle foto dengan cepat dan tepat agar tidak ketinggalan moment.

Kegiatan hunting foto ini dilaksanakan mulai dari sebelum dan sesudah perayaan waisak.“Sebelum pelaksanaan  acara utama waisak dilakukan kegiatan bakti sosial yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan air suci di beberapa tempat dan seterusnya” jelas Akbar. (NHS)

Pengetahuan tentang dunia jurnalistik sangat penting ditanamkan kepada anak di era milenial seperti sekarang. Berdasarkan hal inilah Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kegiatan pengabdian masyarakat memberikan pelatihan jurnalistik bagi siswa SMP. Rencananya, pelatihan jurnalistik ini akan dilaksanakan selama 5 hari, Senin – Jumat (10-14/12/2018).

Pelatihan Jurnalistik ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Program Khusus, Gatak, Sukoharjo. Adapun tema yang diambil dalam kegiatan pelatihan ini adalah Peningkatan Kemampuan Jurnalistik Siswa. Kegiatan ini dilaksanakan langsung dibawah pimpinan Agus Triyono, M.Si selaku Wakil Dekan I Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS.

Agus Triyono, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengajarkan kepada para siswa sejak dini untuk mengetahui bagaimana dasar dalam pembuatan karya jurnalistik.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengajarkan kepada siswa-siswi di SMP itu dasar-dasar jurnalistik dan praktik penulisan berita,” jelasnya.

Pelatihan yang diikuti oleh 10 siswa SMP ini juga melibatkan para mahasiswa serta alumni yang telah bekerja di media. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dan alumni juga dapat saling berbagi pengetahuan dan ilmunya untuk diberikan kepada para siswa.

Banyak materi yang diberikan kepada mereka secara intensif. Adapun materi-materi tersebut di antaranya dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, managemen penerbitan, foto jurnalistik, teknik wawancara, dan lain sebagainya.

Hasil akhir yang diharapkan dari pelatihan ini nantinya agar para siswa dapat membuat karya jurnalistik dengan baik sesuai dengan kaidah yang ada. Sehingga ketika mereka menerapkannya dalam pembuatan majalah sekolah maka akan memiliki kualitas yang cukup baik. Selain itu juga diharapkan mereka dapat ikut berkontribusi dalam mengisi konten website sekolahnya.

Agus Triyono, M.Si berharap melalui pelatihan ini para siswa mampu memahami proses produksi yang ada di media massa. Selain itu, diharapkan pula agar mereka dapat membuat sebuah konten informasi untuk sekolahnya.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan siswa siswi paham sebagaimana media massa diproduksi hingga hasil akhir. Selain itu juga mereka mampu membuat berita yang akan dijadikan sebagai media informasi,” harapnya. (Khairul)

Oleh : Khairul Syafuddin

CIVA merupakan acara tahunan yang rutin digelar oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Acara ini berisi pemutaran film yang diproduksi oleh para mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sinematografi II. Tema yang diambil dalam acara ini adalah Metamorv “Wajah Cerita Dalam Sinema”.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini acara CIVA dilaksanakan di Gedung Mohamad Djazman, Kampus 1 UMS, Selasa – Rabu (11-12/12/2018). Luthfi Arfan selaku ketua panitia Civa 4 mengatakan bahwa adanya acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan produksi film mereka. “Ini sebagai apresiasi buat kami dari angkatan setelah membuat film,” katanya.

Dia juga menjelaskan perbedaan antara CIVA tahun ini dengan tahun sebelumnya ada pada jumlah film yang diputar. Selain itu juga dia menjelaskan bahwa di tahun ini terdapat inovasi lebih dalam pembuatan film disbanding tahun sebelumnya.

“Kalau yang tahun kemarin filmnya Cuma 22, sekarang 28, jadi lebih banyak film nya. Terus kami kan angkatan 2016 lebih baru, tentu inovasi film nya lebih bagus daripada tahun kemarin,” jelasnya.

Dalam acara CIVA ini ada beragam genre yang disuguhkan, di antaranta horror, romance, psikologikal, dan ada juga yang genrenya campuran. Dari ke 28 film yang diputar di acara ini, dibagi menjadi 2 hari dengan proporsi hari pertama sebanyak 18 film dan di hari kedua 10 film.

Pada hari kedua jumlah filmnya lebih sedikit dikarenakan di akhir acara akan ada apresiasi karya terbaik sesuai dengan nominasi yang ditentukan oleh panitia. Adapun nominasi karya terbaik yang akan diberikan adalah best sound, best cinematografer, best DOP, best of the best, dan lain-lain.

Dosen Sinematografi II, Iswahyudi Tejo Yuwono dalam kesempatan ini berharap agar dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa mendapatkan manfaat yang besar. Selain itu dia berpesan agar apa yang telah mereka kerjakan dapat menjadi pengalaman yang berharga.

(Saya pesan jadikan ini pengalaman yang berharga karena siapa tahu para mahasiswa nanti akan terjebak pada pekerjaan yang sama,” ucapnya. (Khairul)

Oleh : Khairul Syafuddin

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Sofyan Anif, M.Si, menjadi keynote speaker dalam ajang seminar internasional antarbangsa. Seminar mengenai Bahasa Melayu tersebut diselenggarakan di Fatoni University (FTU) Thailand, Sabtu – Minggu (24-25/11/2018).

Acara yang berlangsung di hall utama FTU ini mengambil tema “Seminar Antarbangsa, Memartabatkan Bahasa Melayu/Indonesia ASEAN”. Seminar yang mendiskusikan tentang kekuatan dan seluk beluk bahasa melayu/Indonesia itu merupakan kegiatan rutin dan kali ini adalah penyelenggaraan yang keempat. Seminar tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Malaysia.

Dalam paparannya, Dr. Sofyan Anif mengatakan bahwa Indonesia dan beberapa negara anggota ASEAN memiliki kesamaan misi bagaimana agar Bahasa Melayu/Indonedia bisa menjadi bahasa internasional. Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN punya keinginan yang kuat agar Bahasa Melayu/Indonesia bisa mendunia.

Karena itu, Sofyan menawarkan sejumlah strategi yang harus ditempuh agar cita-cita tersebut bisa terealisasi. Salah satu strategi yang penting adalah meningkatkan pengembangan ipteks (ilmu pengetahuan dan teknologi).

“Harus ada strategi dan kebijkan yang secara langsung bisa mendorong dan memperkuat tercapainya misi tersebut. Salah satu strategi yang penting perguruan tinggi di ASEAN harus punya komitmen yang tinggi untuk pengembangan ipteks,” paparnya, Minggu (25/11/2018).

Dr. Sofyan Anif juga mengungkapkan bahwa selama ini negara-negara ASEAN relatif masih menjadi konsumen Ipteks, belum menjadi produsen ipteks. Apabila negara-negara ASEAN dapat menjadi produsen maka Bahasa Melayu/Indonesia dapat berada di level dunia.

“Kalau kita (ASEAN), sudah makin produktif dalam ipteks, maka akan banyak buku-buku dan jurnal-jurnal yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan negara-negara di luar ASEAN menjadi konsumen. Dengan demikian mereka dengan sendirinya akan mengonsumsi karya tulis dalam bahasa merelayu/Indonesia tersebut. Maka ini bagian penting dari upaya memartabatkan Bahasa Melayu/Indonesia tidak hanya dalam kancah ASEAN tapi juga level dunia,” ungkapnya.

Acara tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Perwakilan dari UMS dihadiri oleh Dr. Sofyan Anif, M.Si (Rektor UMS), Prof. Dr. Abdul Ngalim (BPH), dan Prof. Dr. Harun Joko Prayitno (Dekan FKIP).

Prof. Dr. Harun Joko Prayitno berharap agar ke depan kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan dalam acara seminar saja. Tetapi lebih dari itu, dapat menjadi sebuah komunitas para peserta dari Negara-negara di ASEAN untuk menjunjung tinggi dan mempopulerkan Bahasa Melayu/Indonesia. (Khairul)

Oleh: Khairul Syafuddin