SUKOHARJO – Menghadapi era disrupsi, pemahaman teknologi perlu ditanamkan sejak dini, bahkan bagi generasi Alpha. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program edukatif bertajuk “Pengenalan Perkembangan Teknologi pada Gen Alpha” di TK Aisyiyah Puluhan, Sukoharjo.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025) ini diikuti oleh 16 siswa kelas B yang rata-rata berusia 5 hingga 6 tahun. Program ini dirancang khusus sebagai tugas akhir mata kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi, dengan fokus utama memberikan gambaran mengenai evolusi inovasi dari perangkat tradisional hingga teknologi terbaru.

Pendekatan Interaktif dan Menyenangkan

Untuk menyesuaikan dengan karakteristik anak usia dini, tim mahasiswa UMS mengemas materi melalui pendekatan yang bersifat interaktif. Alih-alih menggunakan metode ceramah yang kaku, mereka memadukan pemaparan materi sederhana dengan sesi fun game yang relevan dengan topik teknologi. Tim mahasiswa tersebut terdiri dari Raffa Putri Maharani, Isna Aulya Gunawan, Talitha Okta Vania, Faisa Nur Hidana, Hafidzah Azzahra, Valda Selena, dan Muhammad Firdzan Maulana.

Tim mahasiswa menginginkan agar anak-anak tidak hanya tahu cara menggunakan gawai, tetapi juga memahami bahwa teknologi itu terus berkembang. Melalui permainan, pesan tersebut akan lebih mudah diserap. Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala TK Aisyiyah Puluhan, Eny Sukistyowati, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas para mahasiswa dalam menyusun metode pembelajaran.

“Kegiatan ini sangat bagus dan kreatif. Pendekatannya membantu anak-anak mengenal perkembangan teknologi melalui perpaduan edukasi dan permainan. Anak-anak tampak sangat tertarik dan tidak merasa bosan sama sekali,” ungkap Eny.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para siswa TK Aisyiyah Puluhan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman dasar yang bijak mengenai inovasi digital di sekitar mereka.

Surakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) RADIK FM menggelar kegiatan beramal yang dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026 di Panti Asuhan Mizan Amanah. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja RADIK FM yang bertujuan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan pengalaman kreatif bagi anak-anak panti asuhan. Acara ini berlangsung meriah dan anak panti sangat antusias dalam menyambut kegiatan ini.

Selain memberikan santunan, kami juga mengajak anak-anak panti untuk mengikuti aktivitas kreatif yaitu membuat gantungan kunci yang dijahit secara sederhana. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kreativitas, ketelitian, dan pengalaman baru untuk anak-anak panti. ”Tadi seru sekali, kami diajari membuat gantungan kunci dan menjahit”, ungkap salah satu anak panti, Minggu (01/03/26).

Setelah kegiatan kreatif, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan berupa sembako dan uang tunai dari pihak RADIK FM kepada pihak Panti Asuhan Mizan Amanah sebagai bentuk kepedulian sosial. Diakhir acara, kegiatan semakin meriah dengan adanya penampilan dari anak-anak panti asuhan. Penampilan tersebut menjadi momen yang menghangatkan suasana antara anggota RADIK FM dan anak-anak panti.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kegiatan sosial semata, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi di kalangan mahasiswa. “Terima kasih kepada rekan-rekan RADIK yang telah meluangkan waktu untuk datang, berbagi, dan memberi pengalaman baru kepada anak-anak”, ucap pengasuh panti.

(RadikFM)

SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Konferensi BEM FKI UMS 2026 diruang J Seminar 2 Gedung FKI, Senin (16/02). Kegiatan ini ditujukan untuk forum reorganisasi dan evaluasi kepengurusan guna memastikan proses pembentukan BEM periode selanjutnya tetap berjalan demokratis dan transparan.

Gubernur BEM FKI UMS, Adrian Naelul Murtadho menjelaskan bahwa konferensi ini dilaksanakan untuk menjaga nilai-nilai organisasi di tengah kondisi kelembagaan fakultas yang belum sepenuhnya ideal.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan proses pembentukan BEM periode baru yang tetap mengedepankan prinsip demokrasi dan transparansi, di tengah kondisi yang belum sepenuhnya ideal,” ujarnya.

Adrian menambahkan, proses tersebut penting agar kepengurusan yang terbentuk benar-benar memperoleh legitimasi dari mahasiswa.

“Selama menjadi pengurus, kami ingin mendapatkan persetujuan dan dukungan dari mahasiswa serta KAMA FKI, karena BEM lahir dari proses yang melibatkan mereka,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, konferensi juga menjadi ruang dialog terbuka antara calon gubernur dan wakil gubernur dengan mahasiswa. Forum ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat menyampaikan pandangan terkait reorganisasi BEM maupun isu-isu yang berkembang di tingkat fakultas. Partisipasi peserta dinilai cukup tinggi dan aktif dalam memberikan tanggapan. Selain menjadi forum musyawarah, konferensi turut mengevaluasi kinerja kepengurusan selama satu periode terakhir. Secara umum, pelaksanaan program dinilai berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama pada ranah kesekretariatan dan sebagian program kerja.

 

Hasil konferensi menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur BEM FKI melalui mekanisme musyawarah yang menjunjung prinsip demokrasi dan keterbukaan.
“Penetapan dilakukan secara musyawarah, demokratis, dan penuh transparansi,” jelas Adrian.

Menurutnya, konferensi ini memiliki makna penting bagi seluruh fungsionaris BEM karena kepengurusan terbentuk melalui proses yang adil, sekalipun calon terpilih secara aklamasi. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas organisasi pada periode mendatang. Ke depannya, ia berharap forum serupa dapat berkembang menjadi konferensi mahasiswa yang lebih ideal seiring membaiknya kondisi kelembagaan fakultas.

“Harapannya nanti bisa terselenggara konferensi mahasiswa yang sesungguhnya melalui kondisi fakultas yang lebih ideal,” katanya.

Sebagai penutup, Adrian selaku Gubernur BEM FKI 2026 mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama membangun iklim organisasi yang sehat dan terbuka terhadap kritik.
“Mari kita hidupkan iklim organisasi yang baik dan ideal. Untuk BEM sendiri, kami terbuka mahasiswa jangan berhenti memberikan kritik dan saran,” pesannya.

Radik FM

SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional dalam Kompetisi Dokumenter Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) 2025.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh TVMu bekerja sama dengan AVILKOM (Perkumpulan Mahasiswa Audio Visual Ilmu Komunikasi) Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pengumuman pemenang lomba disampaikan melalui akun Instagram @avilkom.id pada 7 Januari 2026.

Tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS yang berhasil meraih prestasi tersebut terdiri atas Wahyu Adi Cahyono, Muhammad Angga Pratama, dan Alya Luthfiyyah Ramadhani. Mereka tampil dengan karya film dokumenter berjudul Jejak Sang Pencerah di Surakarta.

Ketua Tim Dokumenter, Wahyu Adi Cahyono, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus belajar dan berkembang di bidang perfilman dokumenter. “Raihan prestasi ini tentunya menjadi motivasi kami untuk terus belajar dan menjadi lebih baik lagi dalam berkarya ke depannya,” ungkapnya.

Wahyu menjelaskan, film dokumenter Jejak Sang Pencerah di Surakarta mengangkat dinamika perkembangan Muhammadiyah di Kota Surakarta. Dokumenter tersebut menyoroti peran Surakarta sebagai salah satu kota bersejarah bagi Muhammadiyah serta nilai-nilai perjuangan yang masih relevan hingga saat ini.

Keberhasilan tim, menurut Wahyu, tidak terlepas dari kerja sama yang solid antaranggota. “Kami sudah saling memahami sifat dan karakter masing-masing, sehingga pembagian tugas atau job desk bisa dijalankan dengan baik dan maksimal,” ujarnya.

Selain itu, tim juga mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing yang berpengalaman di bidang perfilman dan pertelevisian, yakni Iswahyudi Tedjo Yuwono. Bimbingan intensif tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses produksi hingga penyempurnaan karya dokumenter.

Penyerahan hadiah lomba dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, yang juga menjadi kantor pusat dan stasiun siaran TVMu.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen Prodi Imu Komunikasi FKI UMS dalam mendorong mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional, sekaligus menegaskan kualitas pembelajaran Ilmu Komunikasi UMS yang mampu melahirkan karya-karya kreatif, edukatif, dan kompetitif. (Risqi Sonjaya)