SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat jejaring kolaborasi internasional melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik lintas negara. Yanti Amiliani, S.IP., M.I.Kom, dosen Ilmu Komunikasi UMS, ditunjuk sebagai Juri Penerbitan Radio 1 pada Program Komunikasi (Penyiaran dan Kewartawanan), Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), Universiti Malaysia Sabah (UMS), Malaysia.

Penunjukan tersebut merupakan bentuk kerja sama internasional antara Prodi Ilmu Komunikasi UMS, Indonesia, dengan Ilmu Komunikasi, Universiti Malaysia Sabah, Malaysia, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik di bidang penyiaran radio.

Pelaksanaan penjurian dilakukan secara daring pada Senin, 19 Januari 2026, melalui siaran UMSfm. Dalam kegiatan ini, Yanti Amiliani berperan sebagai penilai pendengar (listener evaluator) yang melakukan penilaian dengan mendengarkan siaran secara online, kemudian memberikan umpan balik dan catatan evaluatif kepada mahasiswa sebagai bagian dari proses penilaian akhir.

Kegiatan “Penerbitan Radio 1” diikuti oleh 31 mahasiswa yang terbagi dalam enam kelompok dari Program Komunikasi (Penyiaran dan Kewartawanan) FSSK Universiti Malaysia Sabah.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi akademik antarperguruan tinggi, serta mendorong peningkatan mutu pembelajaran dan kompetensi mahasiswa skala internasional, terlebih di bidang produksi siaran radio. (Risqi Sonjaya)

SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar malam puncak “Awarding Bingkai Kreasi 2025” di Neo Solo Grand Mall, Kamis malam (19/12/2025). Acara yang berlangsung meriah sejak pukul 18.00 hingga 20.00 WIB ini menjadi ajang apresiasi bagi karya-karya terbaik dan terfavorit mahasiswa dalam berbagai bidang kreatif.

Awarding ini merupakan puncak dari rangkaian pameran “Bingkai Kreasi” yang menampilkan luaran dari mata kuliah Desain Grafis, Fotografi Terapan, Branding, dan Dasar Fotografi. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada kategori Riset Khalayak (IRKK) sebagai representasi mata kuliah non-pameran. Berlokasi di pusat perbelanjaan, kegiatan ini berhasil menarik perhatian pengunjung mall sekaligus memperkenalkan potensi kreatif mahasiswa kepada masyarakat luas.

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Andika Sanjaya, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Bingkai Kreasi menjadi ruang aktualisasi sekaligus bentuk nyata kontribusi akademik mahasiswa di bidang kreatif dan komunikasi visual. Ia berharap ajang ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa untuk menunjukkan karya mereka di ruang publik yang lebih luas.

Puncak Awarding

Prosesi pembacaan nominasi dilakukan secara bergantian oleh jajaran dosen pengampu bersama asisten dosen. Kategori IRKK dibacakan oleh Rona Rizkhy Bunga Chasana, M.A. bersama Vivin Ayu Fatimah, yang kemudian dilanjutkan dengan kategori Desain Grafis oleh Ahmada Auliya Rahman, M.Pd. dan Wahyu Adi Cahyono. Sementara itu, kategori Dasar Fotografi diumumkan oleh Dr. Andika Sanjaya, M.Si. bersama Naufal Raga Brilian. Rangkaian penganugerahan tersebut diteruskan dengan kategori Fotografi Terapan oleh Hendri Sulistyo, M.Sn., dan ditutup dengan pembacaan kategori Branding oleh Rona Rizkhy Bunga Chasana, M.A. bersama Zulfa.

Suasana malam apresiasi semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dari mahasiswa. Helma Putri Ayumi memukau penonton melalui lagu yang ia bawakan, yang disusul dengan keanggunan penampilan tari Mojang Priangan oleh Nonik Retno Permatasari. Sebagai penutup yang energik, band lokal Son of Bed menghentak panggung dengan membawakan lagu-lagu hits.

Tepat pukul 20.00 WIB, acara resmi ditutup, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Bingkai Kreasi 2025. Melalui agenda tahunan ini, Ilmu Komunikasi UMS berkomitmen untuk terus mendorong kreativitas, apresiasi karya, serta kolaborasi yang kuat antara dunia akademik dan masyarakat.

(Panitia Bingkre 2025)

SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Dasar Fotografi dan Fotografi Terapan” pada Kamis (18/12/2025). Berlokasi di Lantai 2 Neo Solo Grand Mall, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 3 dan 5 yang antusias mengikuti diskusi praktik serta simulasi peliputan.

Acara ini menghadirkan kolaborasi apik antara akademisi dan praktisi, yakni Dr. Andry Prasetyo, S.Sn., M.Sn. dan Alif Windhu Habiburrohman. Diskusi dipandu oleh Mulia Ramdhan Fauzani, S.I.Kom., M.Sc. selaku moderator, dengan tujuan membekali mahasiswa tentang pemahaman teknis sekaligus implementasi fotografi di dunia kerja.

Fotografi sebagai Media Informasi dan Advokasi

Dalam sesi pertama, ditekankan bahwa fotografi memiliki sifat idealistik yang mampu mengubah perspektif dan membangkitkan empati publik. Namun, sebuah foto yang kuat tetap memerlukan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan ambiguitas. Penggunaan prinsip 5W+1H dalam sebuah karya visual dianggap krusial, terutama saat dipadukan dengan teks pendukung untuk menciptakan pesan yang lebih mendalam.

Alif Windhu Habiburrohman menjelaskan bahwa sejak tahun 2016, industri fotografi telah bertransformasi menjadi bidang dengan peluang kerja yang sangat luas. “Di era digital, fotografi bukan hanya hobi, melainkan instrumen promosi dan sumber pendapatan, baik melalui jasa profesional maupun kolaborasi endorsement di media sosial,” jelasnya.

Teknis Segitiga Eksposur dan Kejujuran Visual

Alif juga mengingatkan bahwa penguasaan Segitiga Eksposur adalah fondasi wajib bagi setiap fotografer. Pemahaman ini harus diterapkan di berbagai genre, mulai dari jurnalistik, portrait, hingga produk. Meski teknologi kamera kian canggih, observasi dan kejujuran visual tetap menjadi nilai utama agar sebuah foto memiliki bobot informasi.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Andry Prasetyo menggarisbawahi peran fotografer dalam menyesuaikan karya dengan kebutuhan pasar. Namun, ia mengingatkan agar aspek etika tetap dijaga. “Fotografer profesional harus mampu menyeimbangkan permintaan klien dengan integritas visual,” tegasnya.

Melatih Kepekaan dan Batasan Editing

Antusiasme mahasiswa terlihat pada sesi tanya jawab. Peserta bernama Hanafi menanyakan cara efektif melatih kepekaan dalam menangkap momen. Menanggapi hal tersebut, Dr. Andry menjelaskan bahwa kepekaan lahir dari antusiasme dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sementara Alif Windhu menambahkan bahwa konsistensi dalam mengabadikan momen sehari-hari adalah kunci utama.

Terkait isu penyuntingan foto yang ditanyakan oleh Ni’am Tariq, narasumber sepakat bahwa editing diperbolehkan sejauh untuk memperkuat estetika tanpa menghilangkan kesan natural dan kejujuran dari objek asli tersebut.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak calon komunikator visual yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dalam menyampaikan pesan melalui lensa kamera.

(Panitia Bingkre 2025)

 

SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Kuliah Umum untuk mata kuliah Desain Grafis pada Selasa (17/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 Neo Solo Grand Mall ini menghadirkan praktisi kreatif, Yoga Slamet Prabowo, sebagai narasumber utama.

Acara yang dipandu oleh Ahmada Auliya R., S.I.Kom., M.Pd. sebagai moderator ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS. Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem industri kreatif, mulai dari proses pembuatan konsep hingga komersialisasi karya desain.

Dinamika Dunia Freelance dan Manajemen Klien

Dalam pemaparannya, Yoga Slamet Prabowo membagikan perjalanan profesionalnya, mulai dari meniti karir sebagai desainer freelance hingga sukses mendirikan studio kreatif sendiri. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar desainer bukan hanya pada teknis, tetapi juga pada komunikasi dengan klien.

“Sering kali kita merasa sudah puas dengan karya yang dibuat, namun selera klien berbeda sehingga memicu revisi yang tidak terduga. Perbedaan sudut pandang dan usia dengan klien juga menjadi tantangan tersendiri yang menuntut kita untuk tetap profesional dan adaptif,” ungkap sosok yang akrab disapa Kak Yoga tersebut.

Desain Grafis sebagai Elemen Strategis

Mahasiswa dibekali wawasan bahwa desain grafis bukan sekadar estetika, melainkan elemen strategis dalam industri media. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemahaman konsep visual, tata letak (layout), tipografi, hingga konsistensi desain dalam membangun identitas sebuah merek. Melalui pengalaman praktisi, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional dan memiliki nilai jual di pasar.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis saat salah satu mahasiswa bertanya mengenai strategi agar media kreatif mampu bersaing. Menanggapi hal tersebut, Yoga menekankan pentingnya menentukan Unique Selling Point (USP). Ia menyarankan mahasiswa untuk berani membandingkan keunikan media yang mereka kembangkan, baik dari segi konsep, konten, maupun strategi branding agar menonjol di tengah persaingan.

Mencetak Lulusan Adaptif dan Inovatif

Kuliah umum ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya kepekaan visual dan pengalaman lapangan. Mahasiswa didorong untuk terus mengasah kreativitas dan terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari pengembangan diri menuju profesionalisme.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UMS berharap para mahasiswa tidak hanya menguasai perangkat lunak desain, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat untuk terjun ke industri kreatif, khususnya di bidang desain grafis dan komunikasi visual.

 

(Panitia Bingkre 2025)