UMS, Pabelan-Online.com – Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKI UMS), Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Telkom raih juara satu Cyber Jawara 2016 di Bali, Senin-Sabtu (26/9/2016-1/10/2016). Kompetisi meretas atau hacking diatas rata-rata yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di Bali tersebut diikuti oleh 150 tim se-Indonesia.

Pemenang Cyber Jawara 2016 dari UMS, Deny Febriyanto, mengatakan dirinya belajar hacking secara autodidak dan aktif menjalin komunikasi dengan timnya melalui sosial media. Kesulitan dalam kompetisi, dapat diatasi meskipun tantangan yang diberikan berbeda dari yang dipelajari. ”Server yang diamankan biasanya linux, tapi yang keluar windows. Jadi panik dan belum ada persiapan sama sekali,” ujarnya, Rabu (5/10/2016).

Menanggapi, Wakil Dekan I FKI, Yanti Haryanti, menyatakan apresiasinya atas prestasi yang diraih Deny. Dengan prestasi kemenangan tersebut, UMS memfasilitasi sarana dan prasarana untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa. “Dengan prestasi ini saya harapkan mahasiswa tidak berhenti untuk terus mengembangkan keahlian dan terus berkreasi untuk berprestasi yang lebih baik lagi serta bisa menginspirasi mahasiswa lainnya,” tulisnya Via Whatssapp Messenger, Rabu (5/10/2016).
Selanjutnya, pemenang Cyber Jawara 2016 akan mewakili Indonesia di ajang Cyber Sea Games Asia Tenggara.

UMS– KINE kembali adakan KINEMA#2 di Gelanggang Olahraga (GOR) Kampus dua Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (6/10.2016). Acara tersebut menayangkan film-film hasil kreasi mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) yang bertemakan Berkreasi Menginspirasi yang sukses membuat histeris penonton.

Film Arini, merupakan salah satu dari tujuh garapan film KINE yang berhasil membuat penonton panik. Film bergenre horor tersebut, menceritakan Arini yang mempunyai tekanan terhadap pertengkaran kedua orang tuanya, yang berakhir dengan perceraian. Ditambah dengan hasil Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tidak sesuai harapan. Lantas, hal ini membuat arini depresi dan mati karena bunuh diri.

Penonton terlihat menikmati alur cerita, pun dimana salah seorang mahasiswa mendapat kabar dari temannya, bahwa kampus yang ia datangi merupakan gedung angker. Terutama lantai empat, dimana terdapat arwah yang sering mengganggu saat malam hari. Klimaks film terjadi, saat mahasiswi bertemu dengan arwah Arini ketika mengambil buku yang tertinggal di dalam kelas. Sontak kejadian tersebut membuat seisi penonton berteriak histeris.

Ketua Panitia KINEMA#2, Dini Purnamasari, mengharapkan dapat memberi dampak yang lebih bagi penonton dan akan muncul lagi acara Kinema 2017. “Semoga karya-karyanya bisa menembus tingkat nasional dan internasional,” jelasnya, Kamis (6/10/2016).

SoloUpdate.com (Solo) – Kota Solo menjadi salah satu kota yang memiliki universitas terkenal. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu universitas swasta favorit di Surakarta. Universitas yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki keunggulan dalam hal pelayanan penerimaan mahasiswa baru. Pelayanan tersebut dikenal sebagai One Day Service. Calon mahasiswa yang ingin mendaftar tidak perlu ribet karena melalui pelayanan ini calon mahasiswa cukup sehari prosesnya. Sehingga dalam sehari calon mahasiswa sudah dinyatakan sebagai mahasiswa.

Universitas Muhamadiyah Surakarta memiliki 12 Fakultas yakni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Geografi, Fakultas Psikologi, Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Fakultas Farmasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI).

Untuk program studi Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki 34 antara lain, Pendidikan Matematika, Pendidikan Geografi, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Akuntansi, Manajemen, Hukum, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Arsitektur, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Industri, Geografi, Psikologi, Magister Profesi Psikologi, Pendidikan Agam Islam, Ilmu Alquran Dan Tafsir, Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Kedokteran (Kedokteran Umum), Pendidikan Dokter Gigi, Keperawatan, Gizi, Kesehatan Masyarakat, Fisioterapi, Farmasi, Ilmu Komunikasi, Dan Teknik Informatika.

Sementara itu, dalam hal layanan bagi mahasiswa UMS memiliki beberapa lembaga adminitrasi dan pelayanan. Pelayanan tersebut antara lain, Biro Administrasi Akademik (BAA), Biro Administrasi Umum (BAU), Badan Administrasi Keuangan (BAK), Information Teknologi (IT), Quality Assurance Center (QAC), Perpustakaan, Pusat Studi Lingkungan, Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM), Pesantren Internasional KH. Mas Mansyur, Pondok Shabran, Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI). Tidak hanya itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta juga menawarkan beasiswa bagi calon mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu.

Selain itu, Universitas Muhammadiyah memiliki beberapa Unit Kerja Siswa (UKM), bidang keorganisasian, olah raga, penerbitan, bela diri, kesenian, dan bidang khusus lainnya. Untuk info lebih lengkapnya bisa datang langsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta Jalan A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan, Kartasura, Surakarta Jawa Tengah 57162 Indonesia telp +62 271 717417 Faks. +61 271 715448 Email: [email protected]. Untuk info lebih lengkapnya dapat mengunjungi website resmi www.ums.ac.id

UMS – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) mengusung gagasan baru mengenai pembentukan tim advokasi dan evaluasi pada kegiatan fakultaria yang diadakan beberapa pekan lalu. Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi serta tugas pokok DPM yaitu pengawasan terhadap kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan mengadvokasi mahasiswa.

Dijelaskan langsung oleh Ketua DPM FKI, Nabila Ikrima, bahwa media yang digunakan dalam sistem evaluasi berupa kuesioner, lembar observer, dan advokasi. Untuk kuesioner teknik yang dipakai yaitu teknik sampling yang disebarkan secara random ke 50% dari jumlah mahasiswa baru. Selain itu ada lembar observer yang dipegang oleh DPM sendiri. Lalu untuk advokasi sistemnya menyediakan kertas kosong kepada mahasiswa kemudian mereka menuliskan masukan dan saran, lalu dimasukan ke kotak saran dan akan mendapatkan sticker smiley. “Sticker smiley itulah yang akan mereka tempelkan di papan fakultaria bertuliskan puas atau tidak puas”, ucapnya, Jum’at (9/9/2016).

Lala juga menambahkan bahwa untuk mengetahui keefektifan kegiatan, mereka mengeluarkan analisa ketercapaian tujuan materi. Tujuannya yaitu agar pihaknya mengetahui tujuan dari setiap rundown acara apakah manfaatnya tersampaikan kepada mahasiswa baru atau tidak. “Sumber dari tujuan kegiatan itu kita langsung tanya ke BEM sebagai panitia pelaksana, nanti maba yang akan mengisi sendiri kira-kira indikator pencapaiannya berapa persen,” jelasnya, Jum’at (9/9/2016).

Selaku gubernur BEM FKI, Muhammad Alan Putra Irawan, menegaskan bahwa apa yang dilakukan DPM sudah selayaknya, karena mereka memegang fungsi perwakilan. Ketika BEM mengadakan kegiatan maka tugas DPM ialah mengawasi dan mengevaluasi terkait kinerja BEM. “Bisa jadi evaluasi serta perbaikan untuk fakultaria ke depannya, dan harus dilanjutkan karena ini merupakan bentuk pengawasan kegiatan yang berkaitan dengan maba untuk mengantisipasi kegiatan perpeloncoan”, tuturnya, Sabtu (10/9/2016).