UMS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar UMS Expo di lapangan Edupark UMS, Solo, Rabu (31/8). UMS Expo 2016 kali ini menampilkan sebanyak 28 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di depan mahasiswa baru.

“Banyak yang kami tampilkan dalam UMS Expo ini. Tujuannya untuk menggiring mahasiswa agar nantinya aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan,” ujar Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UMS Prof. Wahyudin pada wartawan di sela-sela acara, Solo.

UMS Expo 2016 kali ini, menurut Wahyudin, ditampilkan sebanyak 28 UKM yang berasal dari berbagai bidang seperti Kempo, Silat Tapak Suci, Penerbitan tabloid Pabelan, Pecinta Alam dan sebagainya. UKM ini menampilkan display pada mahasiswa supaya nantinya, para mahasiswa baru dapat tertarik dan ikut aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Kegiatan ini digelar untuk mengenalkan pada mahasiswa baru (maba) yang dikemas dalam acara Masa Taaruf (Masta),” ujarnya.

Wakil Rektor III mengatakan, Masta UMS tahun 2016 diikuti sebanyak 6.500 mahasiswa baru. Mereka yang terbagi menjadi dua gelombang dalam satu hari. Sedangkan untuk mahasiswa baru yang lolos seleksi masuk UMS, tahun ini ada sekitar 7.592 maba.

“Mereka tersaring dari 19.670 calon mahasiswa yang mendaftar,” jelasnya.

UMS – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di lingkungan Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/9), disaksikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Rektor UMS Bambang Setiaji, serta civitas akademika UMS.

“Nama gedung induk Siti Walidah diambil dari nama isteri KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah sebagai penghargaan atas dedikasi dan jasa-jasa beliau,” jelas Rektor UMS Bambang Setiaji kepada Timlo.net seusai acara peresmian.

Gedung Siti Walidah, menurut Bambang, terdiri dari tujuh lantai dengan luas total 17.500 m2, mampu mewadahi kantor rektorat, Badan Pembina Harian (BPH) dan 19 unit pelayanan civitas akademika UMS. Selain itu, gedung ini memiliki fungsi, antara lain sebagai Kantor Rektorat dan market edge UMS karena posisinya yang mudah ditemukan dan indah dipandang.

Gedung ini memiliki fungsi sebagai kantor pengelolaan dan pelayanan terpadu dalam satu atap secara efektif dan efisien untuk memberikan one stop service layanan kepada mahasiswa. Gedung induk ini tersedia satu ruang kuliah dengan kapasitas 200 orang dan 11 ruang kuliah kapasitas 25 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut Rektor UMS mengemukakan, bentuk gedung yang unik terinspirasi dari Logo Persyarikatan Muhammadiyah, memiliki makna Matahari bersinar yang merupakan titik pusat tata surya dan sumber kekuatan makhluk hidup. Berikut pancaran sinar matahari ke segala arah diwujudkan secara simbolik dalam 12 bintak pola lanskap gedung yang melambangkan hubungan kepada sesama manusia, simbol tekad dan semangat kerja keras bagi pencerahan dann kemaslahatan umat. Termasuk gedung yang membesar ke atas, merupakan simbol pengembangan untuk menaungi dan mengayomi umat.“Pembangunan gedung dikerjakan selama 19 bulan dengan biaya secara swakelola,”ungkapnya.

Sukoharjo — Sekitar 20 hari menjelang pendaftaran mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditutup, kini telah tercatat sebanyak 16.657 pendaftar. Sebanyak 9.396 pendaftar diantaranya dinyatakan diterima.

“Pendaftaran akan ditutup tanggal 27 Agustus 2016,” ungkap Kepala Humas UMS Dr Anam Sutopo kepada Timlo.net, di ruang kerjanya, Kantor Humas UMS, Pabelan Sukoharjo, Senin (8/8).

Anam mengatakan, diantara pendaftar terbanyak seleksi penerimaan mahasiswa baru, ternyata program studi (prodi) kedokteran adalah pendaftar terbanyak. Tercatat sebanyak 1.875 pendaftar.

Pendaftar terbanyak kedua, menurut Anam, tercatat prodi Farmasi ada sebanyak 1.170 pendaftar. Sedang ketiga adalah prodi Manajemen sebanyak 1.006 pendaftar.

“Hingga saat ini yang telah melakukan registrasi tercatat 6.423 pendaftar,” ujarnya.

UMS – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Adam Malik Fakultas Komunikasi Dan Informatika (FKI) mengundur jadwal Masta fakultas menjadi Kamis-Jumat (1-2/9/2016). Hal tersebut berdasar keputusan antara IMM, Wakil Dekan III, dan pihak Rektorat.

Diakui oleh ketua IMM Adam Malik, Afriza Meigi Zukhruf bahwa kegiatan masta fakultas sempat mengalami kesulitan dalam hal perizinan. Masta fakultas juga sempat tidak diperbolehkan karena sudah diganti dengan Masta-PMB. Namun setelah adanya pertemuan dengan Wakil Dekan (WD) III UMS akhirnya Masta fakultas boleh diadakan. “Boleh dilaksanakan setelah 31 Agustus (Expo Universitas-red),” jelasnya, Selasa (9/8/2016).

Menurut Meigi, Masta fakultas perlu dilaksanakan. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai perguruan tinggi muhammadiyah (PTM) sudah selayaknya mahasiswa UMS meneruskan organisasi Kemuhammadiyahan. IMM yang memiliki Sistem Pengkaderan Ikatan (SPI), Masta adalah salah satu tingkat pengkaderan. Selain itu, sertifikat Masta juga berguna untuk menambah nilai Sistem Kredit Kegiatan Mahasiswa (SKKM). “Kalau Masta-PMB kan konsep pengakrabannya kurang, kita maksimalkan di Masta fakultas, nah itu lebih intens. Kalau Fakultaria lebih ke akademik, tentang fakultas,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua IMM baru, Adi Rizki. Menurutnya, kegiatan yang terdiri dari empat materi yaitu keislaman, kemuhammadiyahan, ke-IMMan, dan kemahasiswaan tersebut memiliki keunikan tersendiri. Media yang bagus untuk saling mengakrabkan dan membuat ketagihan karena keasyikannya. “Kemarin semua materi diubah menjadi kelas kecil, tahun ini materi Al-Islam jadi dua kelas