SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKI UMS) menggelar diskusi peninjauan kurikulum bersama praktisi industri komunikasi kreatif, Rabu (27/8/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini turut melibatkan dosen, mahasiswa, serta Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UMS sebagai penyelenggara.
Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum menjadi agenda rutin setiap lima tahun sekali. Hal ini dilakukan agar kurikulum yang diterapkan selalu relevan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia industri.
“Harapannya, desain kurikulum bisa selalu menyesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Aditya Dion M., S.E., Direktur Evolve Digital, sebuah agensi yang bergerak di bidang perancangan website, SEO, dan periklanan. Dion memaparkan peluang sekaligus tantangan lulusan Ilmu Komunikasi di era industri kreatif.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami data sebelum menemukan ide kreatif. “Ada empat hal yang penting untuk diteliti, yaitu brand insight, audience insight, trend insight, dan competitive review,” jelas Dion.
Ia juga menekankan pentingnya pengalaman lapangan melalui program magang. “Kalau hanya tiga bulan, pengalaman mahasiswa masih terbatas. Waktu magang sebaiknya diperpanjang agar mereka lebih matang menghadapi tantangan kerja,” tambahnya.
Diskusi berlanjut dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber, dosen, dan mahasiswa. Semua pihak saling memberikan pandangan mengenai kebutuhan industri kreatif yang dapat diselaraskan dengan desain kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi UMS. (Risqi Sonjaya)
