Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D (tengah) bersama peserta workshop APIK PTMA, Jumat (28/11) di Edutorium UMS

Prodi Ilmu Komunikasi UMS Jadi Tuan Rumah Workshop Nasional CPL dan Tata Kelola Prodi Unggul APIK PTMA

‎‎SURAKARTA — Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Workshop Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Tata Kelola Prodi yang Unggul yang digelar pada Jumat–Sabtu, 28–29 November 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Edutorium UMS dan diikuti oleh pimpinan program studi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

‎Workshop ini merupakan agenda strategis dari Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA) dalam menyatukan arah pengembangan keilmuan, kurikulum, serta peningkatan mutu akreditasi di lingkungan PTMA.

‎Acara workshop tersebut dibuka oleh Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam arahannya, Andy menekankan pentingnya peran asosiasi dalam kemajuan program studi. Hal ini terlebih menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang dengan sangat cepat dan pesat.

‎Ketua APIK PTMA, Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A, menjelaskan bahwa forum kali ini difokuskan untuk merumuskan dan memfinalisasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tingkat asosiasi.

‎“Kita mencoba merumuskan dan memfinalisasikan CPL asosiasi yang tadi alhamdulillah sudah dibahas berdasarkan masukan dari seluruh peserta. Harapannya, kita memiliki CPL yang bisa digunakan atau diadaptasi oleh prodi-prodi Ilmu Komunikasi di APIK PTMA sebagai landasan pengembangan kurikulum,” ujarnya.

‎Sharing Akreditasi Unggul

‎Selain pembahasan CPL, kegiatan juga diisi dengan sesi sharing strategi akreditasi unggul. Pemateri berasal dari sejumlah prodi yang telah meraih akreditasi unggul, termasuk Prodi Ilmu Komunikasi UMS, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Jember, dan Universitas Muhammadiyah Cirebon.

‎Dr. Choirul Fajri menambahkan bahwa APIK PTMA berkomitmen mendorong lebih banyak program studi di lingkungan PTMA untuk meraih akreditasi unggul.

‎“Saat ini beberapa prodi masih dalam proses pengajuan akreditasi. Kami dari asosiasi ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan maksimal agar sukses meraih akreditasi unggul,” katanya.

‎Penyiapan Asesor dan Pengembangan Kapasitas Dosen

‎Dalam kesempatan tersebut, APIK PTMA juga membahas upaya peningkatan jumlah asesor dari lingkungan PTMA. Menurut Fajri, asosiasi ingin mendorong dosen-dosen dari prodi unggul untuk mengikuti proses penjaringan asesor oleh LAMSPAK.

‎“Syarat asesor salah satunya berasal dari prodi unggul. Maka semakin banyak prodi unggul, semakin banyak dosen yang bisa menjadi asesor. Ini tentu bermanfaat bagi kita semua di APIK PTMA,” jelasnya.

‎Selain itu, APIK PTMA juga rutin menyelenggarakan berbagai program pengembangan kapasitas dosen, seperti coaching penelitian dan pengabdian untuk memaksimalkan peluang memperoleh hibah DPPM, serta membuka ruang kolaborasi internasional.

‎Arah Internasionalisasi APIK PTMA

‎Ke depan, asosiasi juga mempersiapkan agenda internasional seperti Yogyakarta Communication Conference serta program pengabdian internasional di Thailand Selatan atau Malaysia sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi di lingkungan APIK PTMA.

‎Workshop dua hari ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat mutu pendidikan Ilmu Komunikasi di PTMA, terutama dalam penyelarasan CPL, peningkatan kualitas tata kelola prodi, serta memperluas jejaring akademik baik di tingkat nasional maupun internasional. (Risqi Sonjaya)