Seminar Nasional Trifuego Fest 2025 Hadirkan Retorika dan Personal Branding Sebagai Bekal Pemimpin Muda

SURAKARTA — Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Trifuego Fest 2025 dengan tema “Berdaya Lewat Kata: Retorika & Personal Branding dalam Kepemimpinan Publik,” di Ruang Pascasarjana Psikologi UMS, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama dari Trifuego Fest, program kerja tahunan HIMAKOM UMS yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa serta masyarakat umum di bidang komunikasi, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

Ketua Pelaksana, Fersa Maulana Wahid, menjelaskan bahwa acara ini dihadirkan sebagai ruang pembelajaran inspiratif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah dinamika komunikasi publik yang semakin cepat.

“Kami ingin membekali mahasiswa dengan kemampuan berkomunikasi efektif, berpikir kritis, serta membangun citra diri yang kuat sebagai calon pemimpin masa depan. Kegiatan ini juga bentuk kontribusi HIMAKOM UMS untuk meningkatkan kualitas akademik dan soft skill mahasiswa,” ungkapnya.

Menurut Fersa, tema tentang retorika dan personal branding dipilih karena keduanya merupakan kunci penting dalam membangun kredibilitas dan pengaruh seorang pemimpin publik.

“Retorika bukan sekadar soal berbicara, tetapi tentang membangun kepercayaan dan makna lewat kata-kata,” lanjutnya.

Proses pemilihan narasumber dilakukan secara selektif. Tahun ini, seminar menghadirkan dua pembicara utama: Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Surakarta yang juga dikenal sebagai sosok perempuan inspiratif di bidang pemerintahan dan komunikasi publik, serta Davin Widistra, seorang voice over artist profesional yang telah terlibat dalam berbagai proyek iklan merek ternama. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar yang melampaui ekspektasi panitia. Peserta datang tidak hanya dari UMS, tetapi juga dari berbagai universitas lain di Indonesia serta masyarakat umum.

“Hal ini menunjukkan bahwa tema yang kami angkat sangat relevan dengan minat mahasiswa dan publik terhadap isu komunikasi serta kepemimpinan,” ujar Fersa.

Koordinator Sie Acara, Sanikhi Malikhah, menambahkan bahwa teknis pelaksanaan seminar dijalankan melalui koordinasi lintas divisi. Penanggung jawab seminar nasional, Niam Thoriq, dari Divisi Keilmuan dan Pengembangan turut berperan penting dalam pengaturan alur acara. Ia juga mengungkapkan tantangan terbesar panitia, yakni perubahan mendadak lokasi acara karena kendala teknis.

“Kami sempat harus mencari tempat baru di tengah banyaknya gedung yang sudah di-booking. Alhamdulillah akhirnya bisa mendapat ruangan di Pascasarjana. Selain itu, kami juga menyesuaikan waktu dengan jadwal padat Bu Astrid, tapi semuanya berjalan sesuai harapan,” tuturnya.

Dukungan penuh datang dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas, hingga pihak Universitas. Prodi membantu kelancaran teknis, sementara fakultas menyediakan tempat, dan universitas turut mempublikasikan acara. Panitia juga aktif melakukan promosi melalui berbagai media sosial seperti TikTok, Instagram, WhatsApp, serta bekerja sama dengan media partner di dalam dan luar Solo.

Segmen paling berkesan bagi peserta adalah saat para pembicara membawakan materi dan sesi tanya jawab. Beberapa peserta bahkan meminta praktik langsung dari Davin Widistra tentang teknik voice over yang benar. Sebagai penutup, Fersa maupun Sanikhi menyampaikan rasa bangganya terhadap seluruh tim panitia.

“Prosesnya tidak mudah, tapi semangat kebersamaan membuat acara ini sukses. Ini menjadi pengalaman berharga tentang arti tanggung jawab, kepemimpinan, dan kolaborasi. Kami ingin acara ini menjadi titik awal bagi generasi muda untuk lebih percaya diri, berani tampil, dan membawa perubahan positif di mana pun berada,” ujarnya.

Radik FM