Karanganyar — Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Brilisch mengadakan kegiatan pelatihan dengan tema “Pengembangan Literasi Digital dan Kompetensi Komunikasi Guru,” di Ruang Sekolah Gedung Brilisch Karanganyar, Jumat (14/11/2025). Kegiatan pelatihan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh tiga dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mitra TK di Karanganyar tersebut. Pemaparan materi kepada peserta disampaikan oleh tiga narasumber yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Rintisan Teknologi Digital
Kepala Sekolah TKIT Brilisch, Chotimah Ari Wulandari, S.Pd, menjelaskan bahwa acara ini dihadirkan sebagai ruang pembelajaran sekaligus pelatihan peran guru dalam mengembangkan TKIT Brilisch di Tengah kemajuan digital yang semakin cepat.
“Kami ingin memberikan kompetensi terbaik guru-guru disini, walaupun kita baru merintis TKIT Brilisch ini dari awal. Namun saya mau dengan bantuan teknologi digital sekarang bisa membantu kami dalam berkembang” ungkapnya. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dengan bijak dan efektif, serta mengembangkan keterampilan komunikasi yang kreatif.
Pemaparan materi terkait “Literasi dan Etika Digital” disampaikan oleh Yudha Wirawanda, S.I.Kom., M.A. Yudha memberikan pemahaman mendalam tentang keamanan daring, penggunaan internet yang bijak, dan etika professional dalam berkomunikasi di dunia maya.
Materi selanjutnya dilakukan bersamaan dengan uji coba praktik langsung oleh guru-guru TKIT Brilish. Sesi terpisah ini dipandu oleh Dr. Andika Sanjaya, M.Si. dengan materi “Optimalisasi Media Sosial untuk Promosi Sekolah” dan Mulia Ramdhan Fauzani, S.I.Kom., M.Sc. dengan materi “Public Speaking”.
Kegiatan berjalan dengan interaktif, ditandai sesi diskusi, praktik komunikasi efektif, hingga penerapan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran. Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Elin Apriliyani & Ibnu Kusuma
