Surakarta — Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi para Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu pagi, 25 Oktober 2025, bertempat di Laboratorium Public Speaking Gedung J Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI).

Pelatihan bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) tersebut diikuti oleh 14 Duta GenRe. Program Duta GenRe sendiri merupakan inisiatif Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bertujuan melibatkan remaja sebagai teladan dan agen perubahan dalam mengedukasi para remaja.

Duta GenRe berperan dalam mengampanyekan pentingnya perencanaan masa depan sekaligus menghindari berbagai isu-isu remaja yang disebut TRIAD KRR. TRIAD KRR merupakan singkatan dari Tiga Masalah Pokok Kesehatan Reproduksi Remaja, yang mencakup masalah seksualitas (seks bebas dan pernikahan dini), Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta HIV dan AIDS.

Dosen mata kuliah public speaking, Zukhrofa Rizkiana Ramadhani, S.Tr.I.Kom., M.Sn., menjadi narasumber sekaligus fasilitator untuk para Duta GenRe. Para peserta pelatihan melakukan praktik langsung berbicara di depan kamera seusai sesi materi.

Role Model Remaja

Subkoordinator dan Kelompok Jabatan Fungsional DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, Sri Lestari, SKm, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan ini. “Kita dapat belajar di sini, di UMS, adik-adik nanti bisa meminta informasi dan arahan menuju generasi berencana yang keren. Adik-adik nanti jadi role model, perlu bekal ilmu terkait public speaking. Seni menyampaikan pesan yang persuasif”, jelas figur yang kerap disapa Ibu Ari.

Sementara itu, Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi, Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini sejalan dengan filosofi pembelajaran sepanjang hayat yang diusung oleh Prodi Ilmu Komunikasi UMS. “Sebagai Duta GenRe, para peserta tentu akan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan public speaking menjadi bekal penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik,” tutur Andika.

Menjelang akhir kegiatan, Prodi Ilmu Komunikasi UMS dan DP2KBP3A Kabupaten Boyolali melakukan penandatanganan Rencana Implementasi Kerja Sama (Implementation Arrangement/IA). Penandatanganan IA dilakukan oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., dan perwakilan dari DP2KBP3A, Sri Lestari.

Sri Lestari berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut di masa mendatang. “Kami merasa bangga dapat menjalin kolaborasi dengan Prodi Ilmu Komunikasi UMS. Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai program lain di kemudian hari,” pungkasnya.

Surakarta – Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai dunia publikasi ilmiah, Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah tamu sekaligus workshop. Kuliah tamu berbentuk blended learning dengan tema “Menulis di Scopus? Mahasiswa Juga Bisa” berlangsung di Ruang Smart Room J205 Gedung J Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI).

Kuliah tamu yang diselenggarakan Rabu, tanggal 22 Oktober 2025 tersebut diikuti oleh 83 mahasiswa, baik secara luring maupun daring. Kuliah tamu kali ini turut menghadirkan narasumber Dr. Tri Susanto, S.I.Kom., M.I.Kom, Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang yang telah berhasil mempublikasikan sejumlah artikel ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus. Menariknya, sebagian karya yang telah dipublikasikan oleh beliau melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa.

Hal ini memberikan contoh konkret kepada peserta kuliah umum bahwa mahasiswa pun dapat berperan aktif dalam dunia penelitian yang menghasilkan publikasi di jurnal internasional terkemuka. Pria yang memperoleh gelar doktornya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini membagikan pengalamannya dalam proses penulisan jurnal. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk mencoba menulis jurnal ilmiah, khususnya yang terindeks Scopus.

Antusiasme Mahasiswa dan Prodi

Fauzan, salah satu mahasiswa yang hadir dalam kuliah tamu ini, memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan. Menurutnya, acara tersebut sangat membuka wawasan mengenai dunia publikasi ilmiah, terutama mengenai peluang mahasiswa untuk menulis di jurnal bereputasi seperti Scopus. Fauzan mengatakan, “Kuliah tamu ini sangat membuka wawasan saya mengenai dunia publikasi ilmiah, khususnya di jurnal bereputasi seperti Scopus. Materi yang disampaikan sangat relevan, inspiratif, dan dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, bahkan untuk mahasiswa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan secara rutin, dengan topik-topik lain seputar publikasi ilmiah, penelitian, dan pengembangan akademik.”

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.IKom., M.IKom, juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kuliah tamu tersebut. Sidiq menyatakan, “Prodi menyambut baik kerja sama ini, sebagai bentuk upaya perbaikan kualitas luaran skripsi prodi ilmu komunikasi.” Menurutnya, acara ini sangat relevan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis dan menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

Sidiq juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin bagi Prodi Ilmu Komunikasi UMS. “Kedepan kegiatan seperti ini diharapkan menjadi agenda rutin prodi, karena ini sangat bermanfaat untuk pengembangan akademik mahasiswa,” pungkasnya.

SURAKARTA – Progrm Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring kemitraannya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (7/10) di Ruang J FKI UMS ini sekaligus dirangkaikan dengan acara KPID Goes to Campus: Cakap Bermedia, Kritis Bersuara, yang dihadiri civitas academica FKI. Penandatanganan dokumen kerja sama ini menandai langkah konkret FKI UMS dalam memperkuat sinergi akademik dengan lembaga penyiaran, guna membentuk mahasiswa yang kritis dan beretika dalam bermedia.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama dengan KPID Jateng akan menjadi wadah kolaborasi yang produktif antara dunia akademik dan praktisi penyiaran.

“Hari ini bukan hanya penandatanganan dokumen, tetapi juga langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui kuliah umum bersama KPID. MoU dan MoA ini harus diimplementasikan dalam kegiatan berkelanjutan agar memberi dampak langsung bagi mahasiswa,” ujar Sidiq.

Ia menambahkan, Prodi Komunikasi telah menyiapkan berbagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, seperti riset kolaboratif, kegiatan pengabdian masyarakat, serta program magang yang terintegrasi dengan skema Magang Berdampak. Prodi Ilmu Komunikasi FKI UMS juga berkomitmen untuk memanfaatkan jejaring KPID sebagai sumber pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.

Sinergi antara Prodi Ilmu Komunikasi FKI UMS dan KPID Jateng diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang melek media dan berdaya kritis di tengah arus informasi digital.

“Dari satu dokumen MoA, kami ingin melahirkan banyak kegiatan yang berkelanjutan — mulai dari kuliah umum, penelitian bersama, hingga pengabdian masyarakat. Tujuannya agar kerja sama ini menjadi kolaborasi nyata, bukan sekadar seremonial,” tutup Sidiq.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Tengah, Hendrik S.P. Hutabarat, S.E., menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai FKI UMS memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi penyiaran yang memahami etika dan regulasi media di era digital.

“Melalui MoU ini, mahasiswa UMS dapat melaksanakan magang di KPID Jateng sekaligus belajar langsung tentang dunia penyiaran. Kami ingin mahasiswa lebih peduli terhadap kualitas informasi dan bijak dalam membagikan berita,” terang Hendrik.

Selain membuka peluang magang, kerja sama ini juga meliputi program literasi media tahunan, serta dukungan terhadap pengembangan karya ilmiah mahasiswa dengan menjadikan KPID sebagai mitra rujukan penelitian.

Melalui kemitraan ini, Prodi Ilmu Komunikasi FKI UMS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan industri penyiaran dan tantangan komunikasi di era digital.

Surakarta, 12 September 2025 – Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., seorang dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berhasil meraih penghargaan “Best Presenter” dalam konferensi internasional bergengsi, The 14th International Malaysian Studies Conference (MSC).

Konferensi yang berlangsung di The Waterfront Hotel, Kuching, Malaysia, pada 12-13 Agustus 2025 tersebut dihadiri oleh para akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Andika mempresentasikan hasil penelitian kolaboratifnya yang berjudul “Navigating Language Barriers: Indonesian Students’ Perceptions of Malay Instruction in a Political Communication Class”.

Penelitian ini mengkaji penerapan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar di institusi pendidikan tinggi Indonesia, dengan menyoroti peran penting bahasa dalam komunikasi lintas budaya, khususnya di lingkungan pendidikan. Mengingat budaya Melayu menjadi jembatan antara Indonesia dan Malaysia, studi ini menekankan betapa krusialnya bahasa dalam menjalin hubungan kedua negara.

Andika memaparkan hasil risetnya dalam sesi khusus yang diselenggarakan oleh Persatuan Sains Sosial Malaysia (PSSM) bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). MSC sendiri dikenal sebagai wadah bagi para akademisi untuk bertukar pandangan dan hasil penelitian terkait studi tentang Malaysia.

Temuan utama dari penelitian ini mengemukakan bahwa proses pembelajaran lintas budaya secara daring bisa berjalan efektif. Kuncinya adalah dengan menerapkan strategi komunikasi yang adaptif, meskipun tantangan seperti kendala bahasa, teknis, dan interaksi online tetap menjadi bagian dari proses.

Riset ini merupakan hasil kerja sama antara UMS dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dengan tim peneliti yang terdiri dari Dr. Ammar Redza Ahmad Rizal, Drs. Joko Sutarso, M.Si, dan Yudha Wirawanda, S.I.Kom., M.A. Kolaborasi ini merupakan luaran dari Hibah Collaborative Online International Learning (COIL) yang diinisiasi oleh UMS, menunjukkan komitmen UMS dalam mendorong kerja sama riset internasional.