Klaten, 15 September 2025 – Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adakan workshop digital marketing pada Ahad (07/09/2025) yang bertempat di Kantor Desa Tanjung, Juriwing, Kabupaten Klaten. Workshop yang bertema “Peningkatan Customer Engagement Melalui Strategi Digital Marketing” ini dihadiri oleh kurang lebih 20 pemuda dari Desa Juwiring selaku penerus usaha kerajinan payung. Workshop tersebut diisi dengan beberapa materi seperti pengenalan mengenai digital marketing dan jenis jenisnya, cara mendaftarkan toko di e-commerce (Shopee) serta cara dan tips pembuatan konten sosial media.

Kegiatan ini dibuka dengan adanya sambutan dari Kepala Desa Tanjung yaitu Bapak Suminto. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap tim pengabdian karena telah menyelenggarakan program edukasi kepada pemuda Desa Tanjung. Ibu Mulyaningsih (Ketua BUMDES) juga berharap adanya program ini bisa membantu para pemuda untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi terhadap produk yang mereka miliki sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik pembuatan konten terkait produk payung khas Desa Tanjung, Juwiring. Hasil dari praktik tersebut ditampilkan pada akhir acara untuk direview bersama. Setelah melakukan review tampak bahwa para peserta sudah paham terkait trend di media sosial dan dapat mengimplementasikannya dengan baik.

Keberhasilan kegiatan ini dapat diukur dari hasil post-test, yang mana menunjukkan bahwa para peserta dapat memahami dan mengimplementasikan materi yang telah disampaikan dengan baik. Harapannya, pengimplementasian ilmu tersebut dapat dibagikan kepada teman-teman lainnya yang juga sesama penerus usaha kerajinan payung sehingga usaha tersebut dapat terus bertahan dan berkembang mengikuti perubahan zaman yang ada.

 

(Andika Sanjaya)

Bandung, 28 Juli 2025 – Verlandy Donny Fermansah, S.I.Kom, Penyuluh KB Ahli Pertama Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah penempatan Kabupaten Grobogan, berhasil memenangkan sayembara desain logo organisasi profesi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB).

Donny, pria kelahiran Solo pada 6 Agustus 1995 yang akrab disapa Donny, merupakan lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sejak tahun 2019, ia mengabdikan diri sebagai Penyuluh KB. Di dunia akademik, Donny pernah tercatat sebagai asisten dosen desain grafis serta berkiprah di Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan UMS. Pengalaman tersebut terus ia terapkan, terutama dalam mendukung tugas Penyuluh KB yang berfokus pada KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) Program Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Sebagai Penyuluh KB, Donny bertugas menyampaikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) terkait Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana). Dengan latar belakang sarjana komunikasi, ia kerap menghadirkan materi edukasi yang kreatif, seperti poster digital untuk mendukung kampanye keluarga berencana pada berbagai momentum nasional, mulai dari Hari Keluarga Nasional hingga Hari Kontrasepsi Sedunia.

Ketika IPeKB Indonesia membuka sayembara perubahan logo organisasi, Donny merasa terpanggil untuk berkontribusi. Dengan latar belakang komunikasi visual, ia merancang logo berkonsep lovebird atau burung cinta, yang dikenal monogami atau setia kepada pasangannya. Logo ini sarat makna:

  • Bentuk hati melambangkan cinta, rasa, dan karsa sebagai komitmen Penyuluh KB dan PLKB dalam mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.
  • Mata bintang mencerminkan visi menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
  • Paruh burung menggambarkan kompetensi komunikasi, informasi, edukasi, dan advokasi Penyuluh KB yang kreatif serta memikat.
  • Sayap melambangkan ikatan dan persatuan organisasi.
  • Kepala lovebird menunjukkan arah pandang yang teguh dan penuh percaya diri.

Pada April 2025, Donny resmi dinyatakan sebagai pemenang sayembara. Logo hasil karyanya kemudian diresmikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPeKB Indonesia dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada 28 Juli 2025. Mulai saat itu, logo baru ditetapkan sebagai identitas resmi seluruh DPD dan DPC IPeKB di Indonesia.

Logo karya Donny juga mendapat apresiasi khusus dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

“Saya sangat senang sekali melihat logo baru tadi karena bentuknya hati. Bahasanya adalah cinta, rasa, dan karsa. Saya yakin logo ini mencerminkan kerja teman-teman IPeKB yang selama ini melayani dengan hati untuk seluruh keluarga Indonesia,” ungkapnya.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan pengabdian dapat berjalan beriringan. Donny berhasil memadukan keilmuan komunikasi dengan perannya sebagai Penyuluh KB, menghadirkan karya yang bukan hanya estetik tetapi juga penuh makna bagi profesinya dan masyarakat.

SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKI UMS) menggelar diskusi peninjauan kurikulum bersama praktisi industri komunikasi kreatif, Rabu (27/8/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini turut melibatkan dosen, mahasiswa, serta Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UMS sebagai penyelenggara.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum menjadi agenda rutin setiap lima tahun sekali. Hal ini dilakukan agar kurikulum yang diterapkan selalu relevan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia industri.

“Harapannya, desain kurikulum bisa selalu menyesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Aditya Dion M., S.E., Direktur Evolve Digital, sebuah agensi yang bergerak di bidang perancangan website, SEO, dan periklanan. Dion memaparkan peluang sekaligus tantangan lulusan Ilmu Komunikasi di era industri kreatif.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami data sebelum menemukan ide kreatif. “Ada empat hal yang penting untuk diteliti, yaitu brand insight, audience insight, trend insight, dan competitive review,” jelas Dion.

Ia juga menekankan pentingnya pengalaman lapangan melalui program magang. “Kalau hanya tiga bulan, pengalaman mahasiswa masih terbatas. Waktu magang sebaiknya diperpanjang agar mereka lebih matang menghadapi tantangan kerja,” tambahnya.

Diskusi berlanjut dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber, dosen, dan mahasiswa. Semua pihak saling memberikan pandangan mengenai kebutuhan industri kreatif yang dapat diselaraskan dengan desain kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi UMS. (Risqi Sonjaya)

Yogyakarta, 21 Agustus 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan studi banding ke Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Kamis (21/8). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi akademik, khususnya dalam pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan fasilitas laboratorium.

Rombongan UMS yang terdiri dari dosen Ilmu Komunikasi dan tenaga kependidikan Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) disambut langsung oleh jajaran pimpinan Prodi Ilmu Komunikasi UII, antara lain Ketua Jurusan Program Studi Ilmu Komunikasi UII, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si., Ph.D, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Program Sarjana, Dr. Zaki Habibi, S.I.P., M.Comms, dan Plt. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Program Magister, Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si., beserta dosen dan tenaga kependidikan Prodi Ilmu Komunikasi UII.

Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak membahas berbagai strategi pengelolaan program studi, mulai dari kurikulum, kelulusan tepat waktu, hingga pengelolaan laboratorium. Setelah itu, rombongan UMS berkesempatan meninjau fasilitas pembelajaran di Prodi Ilmu Komunikasi UII, seperti ruang pusat dokumentasi media alternatif dan laboratorium praktikum mahasiswa.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang hangat dari pihak UII.

“Kami berterima kasih telah diterima dengan baik. Harapannya, kedua program studi bisa menjalin kerjasama lebih luas, baik dalam riset, publikasi, maupun bentuk kolaborasi lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Zaki Habibi, S.I.P., M.Comms., menekankan pentingnya esensi kegiatan studi banding sebagai ruang untuk saling belajar dan tumbuh bersama.

“Kunjungan seperti ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kerjasama akademik maupun non akademik ke depan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, kedua program studi berharap dapat membangun jejaring yang lebih kuat dalam pengembangan akademik, riset, dan inovasi pendidikan komunikasi di masa mendatang.

 

(Risqi Sonjaya)