Surakarta – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Thariq Klostanto memperoleh juara tiga dalam lomba tulis jurnalistik yang diselenggarakan media Tempo. Lomba Tulis Jurnalistik BPJS Ketenagakerjaan 2025 tersebut terselenggara berkat kolaborasi media nasional tersebut dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Lomba yang diikuti para peserta dari seluruh Indonesia tersebut bertemakan “Membangun Indonesia Melalui Perlindungan Pekerja yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Pengumuman pemenang diumumkan melalui akun Instagram Tempodotco pada tanggal 6 Desember 2025 untuk beberapa kategori yang dipertandingkan.

Kategori lomba tersebut antara lain kategori jurnalis hard news media online, kategori jurnalis hard news media cetak, kategori jurnalis feature media online dan cetak, dan kategori mahasiswa. Thariq memperoleh juara ketiga untuk kategori mahasiswa.

Thariq menulis artikel berjudul “Panggung Kecil, Risiko Besar: Musisi Independen yang Bekerja tanpa Perlindungan”. Artikel tersebut yang berhasil membuahkan prestasi dalam ajang bergengsi ini.

“Alhamdulillah, salah satu keberhasilan yang patut dibanggakan. Lomba ini menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam bidang jurnalistik, dinilai oleh media nasional dengan peserta dari beragam universitas di Indonesia”, jelas Sidiq Setyawan, M.I.Kom, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMS.

(Andika Sanjaya)

SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Visiting Lecture bertema “Managing Reputational Risks in the Digital Era” pada Jumat (5/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan pembicara internasional, Prof. Gedala Mulliah Naidoo, Wakil Dekan Bidang Research, Innovation and Community Engagement dari University of Zululand, Afrika Selatan.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan kompetensi global di bidang Public Relations.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Visiting Lecture ini merupakan bentuk komitmen prodi dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa di tingkat internasional. Ia menegaskan bahwa menghadirkan pengajar dari luar negeri tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menumbuhkan budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa.

Sidiq berharap kegiatan ini mampu menginspirasi mahasiswa serta membuka peluang kolaborasi internasional antara dosen, praktisi, dan mahasiswa.

“Kami juga berharap kegiatan ini membuka peluang kolaborasi antara pengajar, praktisi dan mahasiswa,” ungkapnya.

Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan teknologi digital yang memengaruhi dinamika komunikasi masa kini.

Dalam paparannya, Prof. Naidoo menjelaskan bahwa risiko reputasi merupakan ancaman besar yang dihadapi organisasi di era digital, terutama ketika kepercayaan publik menjadi aset tak berwujud paling berharga.

“Risiko reputasi adalah ancaman hilangnya kepercayaan publik — yang sekarang dianggap sebagai salah satu aset tak berwujud terbesar dari organisasi mana pun,” ungkap Prof Naidoo.

Ia memaparkan bahwa risiko reputasi dapat dipicu oleh empat faktor utama: misinformasi yang cepat menyebar, perilaku tidak etis, pengalaman buruk pelanggan yang viral, serta ketidaksesuaian antara nilai organisasi dan tindakan nyata di lapangan.

Prof. Naidoo juga menekankan lima pelajaran penting dalam mengelola reputasi di era digital. Pertama, organisasi harus menjunjung transparansi dan keaslian karena publik menuntut keterbukaan. Kedua, perlunya pemantauan krisis secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi seperti AI-driven social listening dan analisis sentimen untuk mendeteksi isu sejak dini. Ketiga, organisasi harus mampu merespons cepat dan penuh empati, karena kecepatan yang disertai empati terbukti melindungi reputasi. Keempat, strategi komunikasi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing platform digital. Kelima, organisasi perlu membangun hubungan kuat dengan pemangku kepentingan sebelum krisis terjadi melalui budaya etis dan keterlibatan komunitas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarapkan mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya manajemen reputasi di tengah derasnya arus informasi digital. Prodi Ilmu Komunikasi UMS berharap wawasan yang diperoleh dapat membekali mahasiswa untuk menghadapi tantangan komunikasi masa depan dengan lebih siap, kritis, dan berperspektif global. (Risqi Sonjaya)

‎‎SURAKARTA — Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Workshop Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Tata Kelola Prodi yang Unggul yang digelar pada Jumat–Sabtu, 28–29 November 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting Edutorium UMS dan diikuti oleh pimpinan program studi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

‎Workshop ini merupakan agenda strategis dari Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA) dalam menyatukan arah pengembangan keilmuan, kurikulum, serta peningkatan mutu akreditasi di lingkungan PTMA.

‎Acara workshop tersebut dibuka oleh Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dalam arahannya, Andy menekankan pentingnya peran asosiasi dalam kemajuan program studi. Hal ini terlebih menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang dengan sangat cepat dan pesat.

‎Ketua APIK PTMA, Dr. Choirul Fajri, S.I.Kom., M.A, menjelaskan bahwa forum kali ini difokuskan untuk merumuskan dan memfinalisasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) tingkat asosiasi.

‎“Kita mencoba merumuskan dan memfinalisasikan CPL asosiasi yang tadi alhamdulillah sudah dibahas berdasarkan masukan dari seluruh peserta. Harapannya, kita memiliki CPL yang bisa digunakan atau diadaptasi oleh prodi-prodi Ilmu Komunikasi di APIK PTMA sebagai landasan pengembangan kurikulum,” ujarnya.

‎Sharing Akreditasi Unggul

‎Selain pembahasan CPL, kegiatan juga diisi dengan sesi sharing strategi akreditasi unggul. Pemateri berasal dari sejumlah prodi yang telah meraih akreditasi unggul, termasuk Prodi Ilmu Komunikasi UMS, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Jember, dan Universitas Muhammadiyah Cirebon.

‎Dr. Choirul Fajri menambahkan bahwa APIK PTMA berkomitmen mendorong lebih banyak program studi di lingkungan PTMA untuk meraih akreditasi unggul.

‎“Saat ini beberapa prodi masih dalam proses pengajuan akreditasi. Kami dari asosiasi ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan maksimal agar sukses meraih akreditasi unggul,” katanya.

‎Penyiapan Asesor dan Pengembangan Kapasitas Dosen

‎Dalam kesempatan tersebut, APIK PTMA juga membahas upaya peningkatan jumlah asesor dari lingkungan PTMA. Menurut Fajri, asosiasi ingin mendorong dosen-dosen dari prodi unggul untuk mengikuti proses penjaringan asesor oleh LAMSPAK.

‎“Syarat asesor salah satunya berasal dari prodi unggul. Maka semakin banyak prodi unggul, semakin banyak dosen yang bisa menjadi asesor. Ini tentu bermanfaat bagi kita semua di APIK PTMA,” jelasnya.

‎Selain itu, APIK PTMA juga rutin menyelenggarakan berbagai program pengembangan kapasitas dosen, seperti coaching penelitian dan pengabdian untuk memaksimalkan peluang memperoleh hibah DPPM, serta membuka ruang kolaborasi internasional.

‎Arah Internasionalisasi APIK PTMA

‎Ke depan, asosiasi juga mempersiapkan agenda internasional seperti Yogyakarta Communication Conference serta program pengabdian internasional di Thailand Selatan atau Malaysia sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi di lingkungan APIK PTMA.

‎Workshop dua hari ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat mutu pendidikan Ilmu Komunikasi di PTMA, terutama dalam penyelarasan CPL, peningkatan kualitas tata kelola prodi, serta memperluas jejaring akademik baik di tingkat nasional maupun internasional. (Risqi Sonjaya)

Semarang — Diah Ayu Julianti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dinobatkan sebagai juara ketiga lomba esai nasional di Semarang. Diah berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Commweek oleh Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP).

Kemenangan Diah Ayu ini diumumkan dan dirayakan pada malam penganugerahan yang berlangsung pada tanggal 21 November 2025 di Auditorium FISIP UNDIP, Semarang. Prestasi ini menegaskan kualitas dan daya saing akademik mahasiswa Komunikasi UMS di kancah nasional, khususnya dalam kemampuan menuangkan pemikiran kritis dan argumentatif melalui karya tulis ilmiah.

“Prestasi demi prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa kita. Terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan semangat luar biasa yang telah mengharumkan nama prodi,” ujar Ketua Program Studi Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom.

 

Andika Sanjaya